Kemenag Kabupaten Cirebon Perkuat Pendidikan Agama untuk Bentengi Pelajar

  • 19 Jun 2026 18:24 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon memperkuat pendidikan agama dan kegiatan positif sebagai upaya mencegah penyebaran paham radikal di kalangan pelajar. Strategi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, guru, serta penyuluh agama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H. Slamet, S.Ag., M.Pd., mengatakan pembinaan karakter harus dilakukan sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan agama menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun ketahanan generasi muda terhadap pengaruh negatif.

Ia menjelaskan salah satu program yang terus diperkuat adalah Diniyah Takmiliyah bagi siswa usia sekolah dasar. Program tersebut menyasar peserta didik kelas 4 hingga kelas 6 sebagai bekal pemahaman agama sejak dini.

“Kita dari awal, sedini mungkin membentengi mereka dengan pendidikan agama supaya ke depan punya tameng yang kuat untuk tidak terlibat hal-hal seperti itu,” ujar Slamet kepada RRI Senin, 15 Juni 2026.

Selain pendidikan agama, Kementerian Agama juga aktif menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan pelajar. Kegiatan tersebut meliputi bidang akademik, seni, olahraga, hingga pengembangan keterampilan keagamaan.

Berbagai ajang kompetisi seperti Olimpiade Sains Nasional, olahraga pelajar, dan Pentas Pendidikan Agama Islam menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri. Melalui kegiatan tersebut, pelajar diharapkan lebih fokus pada aktivitas yang bermanfaat dan produktif.

Kementerian Agama juga menggandeng para penyuluh agama untuk memberikan pembinaan langsung kepada siswa di madrasah. Program tersebut melibatkan penyuluh Muslim maupun non-Muslim guna memperkuat nilai toleransi dan moderasi beragama.

“Sekarang penyuluh sudah berkolaborasi dengan madrasah. Kita terjunkan penyuluh untuk pembinaan siswa, termasuk program tahfidz dan penguatan pendidikan karakter,” katanya.

Di sisi lain, metode penyampaian materi keagamaan juga terus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Ceramah konvensional mulai dipadukan dengan video dan konten digital yang lebih menarik bagi generasi muda.

Slamet berharap pendekatan yang lebih kreatif tersebut mampu meningkatkan minat belajar siswa sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat. Dengan demikian, pelajar memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi berbagai pengaruh negatif di era digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....