Demi Perbaikan Jalan, Bupati Majalengka Jemput Anggaran ke Gubernur-Kementerian

  • 17 Jun 2026 14:18 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Pemerintah Kabupaten Majalengka terus berupaya mencari berbagai sumber pendanaan tambahan di tengah menurunnya kapasitas fiskal daerah. Langkah strategis ini diambil guna mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Bupati Majalengka H. Eman Suherman mengungkapkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini mengalami tekanan cukup besar. Nilai APBD yang sebelumnya mencapai sekitar Rp3,5 triliun kini turun menjadi sekitar Rp2,9 triliun. Bahkan anggaran khusus infrastruktur yang dahulu berkisar Rp350 miliar hingga Rp400 miliar, saat ini hanya tersisa sekitar Rp74 miliar.

Kondisi tersebut mendorong Pemkab Majalengka untuk segera melakukan berbagai langkah strategis di lapangan. Salah satunya adalah dengan menjalin komunikasi intensif kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat.

"Ketika kebutuhan masyarakat terhadap perbaikan jalan sangat tinggi, sementara kemampuan APBD terbatas, kami harus mencari solusi lain. Karena itu kami aktif mengajukan bantuan ke pemerintah provinsi maupun kementerian," kata Eman, Rabu, 17 Juni 2026.

Upaya tersebut berhasil mendatangkan dukungan anggaran yang signifikan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk sejumlah proyek strategis. Alokasi dana ini diperuntukkan bagi pembangunan jembatan dan ruas jalan di beberapa wilayah dengan total nilai mencapai lebih dari Rp100 miliar.

Selain itu, bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum juga mulai mengalir melalui sejumlah proyek pembangunan jalan di daerah. Di antaranya adalah proyek ruas Bongas-Bantaruwaru senilai Rp21 miliar yang sedang berjalan dan proyek Besi-Beber senilai Rp14 miliar yang telah selesai dikerjakan.

Menurut Eman, infrastruktur menjadi indikator yang paling dirasakan masyarakat dalam menilai kinerja pemerintah daerah. Oleh karena itu, meskipun berbagai indikator pembangunan seperti pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan menunjukkan tren positif, pemerintah tetap menempatkan pembangunan jalan sebagai prioritas utama.

"Kami akan terus melakukan berbagai upaya dan pendekatan kepada pemerintah provinsi maupun pusat agar kebutuhan masyarakat terkait infrastruktur dapat terpenuhi," katanya. Ia juga menegaskan bahwa hal paling penting dari seluruh upaya tersebut adalah rakyat dapat merasakan langsung manfaatnya.

Dengan dukungan berbagai sumber pendanaan tersebut, Pemkab Majalengka optimis target pembangunan infrastruktur tahun 2026 dapat tercapai sesuai rencana. Keberhasilan target ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Majalengka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....