Budaya Bersih Pasca Covid-19 Mulai Menurun, Kesadaran Masyarakat Perlu Dijaga
- 15 Jun 2026 14:12 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kesadaran masyarakat terhadap budaya bersih yang sempat meningkat saat pandemi Covid-19 dinilai mulai mengalami penurunan. Kondisi tersebut terjadi seiring berakhirnya masa darurat kesehatan yang pernah membuat masyarakat lebih waspada terhadap kebersihan diri dan lingkungan.
Praktisi Kesehatan, Pendidikan dan Lingkungan Hidup di Kota Cirebon, Bd. Hj Lely Nurlaili, mengatakan pandemi Covid-19 menjadi momentum yang membuat masyarakat lebih peduli terhadap perilaku hidup bersih dan sehat. Namun, kondisi itu tidak diharapkan terulang hanya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Jangan sampai ada masa momentum tersebut. Jadi, masyarakat Kota Cirebon juga dulu waktu ada momentum tersebut sangat aware karena adanya rasa ketakutan yang memang sudah di depan mata akibatnya,” ujarnya kepada RRI Senin 15 Juni 2026.
Menurutnya, saat pandemi berlangsung masyarakat lebih disiplin dalam menjaga kebersihan. Kebiasaan seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga kesehatan lingkungan dilakukan karena adanya kekhawatiran terhadap risiko penularan penyakit.
Namun setelah kondisi dinilai aman dan terkendali, sebagian masyarakat mulai mengabaikan kebiasaan tersebut. Padahal, kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan meski pandemi telah berakhir.
Lely menjelaskan bahwa lingkungan memiliki pengaruh terbesar terhadap derajat kesehatan seseorang. Ia menyebut faktor lingkungan berkontribusi sekitar 40 persen, sementara perilaku hidup sehat menyumbang sekitar 30 persen terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
“Kalau lingkungannya bersih, dia berkontribusi 40 persen terhadap derajat kesehatan kita. Kalau perilakunya baik dalam menjaga kesehatan, kontribusinya 30 persen, berarti sudah 70 persen derajat kesehatan kita bagus,” katanya.
Ia menambahkan, pelayanan kesehatan hanya berkontribusi sekitar 20 persen terhadap derajat kesehatan seseorang, sedangkan faktor genetik sekitar 10 persen. Karena itu, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama untuk mempertahankan kesehatan.
Menurut Lely, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci dalam membangun budaya bersih yang berkelanjutan. Kesadaran bahwa lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk terus menjaga kebersihan tanpa harus menunggu adanya momentum seperti pandemi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....