BI Cirebon Perkuat Pengendalian Inflasi Melalui Waduli dan Mal Pangling
- 12 Jun 2026 13:50 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon meluncurkan Mobil Pangan Keliling (MAL PANGLING) dan memperkuat layanan Warung Peduli Inflasi (Waduli) sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan. Kedua program tersebut menjadi instrumen untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan MAL PANGLING dan Waduli merupakan bentuk komitmen TPID dalam mengendalikan inflasi di Kota Cirebon. Program tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan.
“Keberadaan Waduli dan MAL PANGLING ini sebagai komitmen TPID Kota Cirebon untuk menjaga agar stabilitas harga, khususnya pangan dan bahan pokok di Kota Cirebon tetap terjaga. Secara pasokan aman dan secara harga juga bisa terkendali,” ujarnya kepada media Jumat, 12 Juni 2026.
Waduli yang bekerja sama dengan Bulog kini dapat diakses masyarakat selama 24 jam. Kehadiran layanan tersebut diharapkan menjadi acuan harga karena produk yang dijual ditawarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Komoditas yang tersedia di Waduli antara lain beras medium SPHP, beras premium, Minyakita, serta gula pasir. Ke depan, jenis komoditas yang dijual akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perkembangan harga di lapangan.
“Kalau ada tekanan inflasi dari komoditas tertentu seperti bawang merah, kami akan berkolaborasi dengan klaster binaan Bank Indonesia dan membantu ongkos angkutnya. Harapannya masyarakat bisa mendapatkan harga yang mendekati harga di tingkat petani,” katanya.
Selain memperkuat Waduli, TPID juga menyiapkan pengembangan titik layanan serupa di sejumlah wilayah Kota Cirebon. Saat ini rencana penambahan hingga empat Waduli masih dalam tahap evaluasi untuk memastikan manfaatnya optimal bagi masyarakat.
Sementara itu, MAL PANGLING direncanakan beroperasi secara rutin dengan skema pelayanan keliling ke wilayah yang membutuhkan intervensi harga. Pada tahap awal, mobil pangan keliling tersebut dijadwalkan hadir satu kali setiap pekan untuk mendukung upaya pengendalian inflasi yang lebih tepat sasaran.
Menurut Wihujeng, keberadaan MAL PANGLING dan Waduli saling melengkapi dalam menjaga stabilitas harga pangan. Masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok melalui Waduli selama 24 jam meskipun layanan MAL PANGLING tidak sedang beroperasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....