Manfaatkan Telegram, SMKN 1 Cirebon Sukses Minimalkan Salah Berkas
- 10 Jun 2026 15:38 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon -Upaya membangun komunikasi sejak jauh hari sebelum pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 membuat proses pemetaan dan verifikasi data di SMKN 1 Kota Cirebon berjalan lebih lancar. Dari lebih dari 1.600 pendaftar yang mengikuti tahapan penerimaan, hanya sekitar 230 berkas yang memerlukan perbaikan sehingga menunjukkan tingkat kesiapan calon peserta didik yang cukup baik.
Hal tersebut disampaikan dalam program Dialog Cirebon Menyapa bertema Kesiapan dan Pengawasan Pelaksanaan SPMB SMK Tahun 2026 di Kota Cirebon pada Selasa, 9 Juni 2026. Kepala SMKN 1 Kota Cirebon, Ikhwanudin, mengatakan sekolah telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk meminimalkan kendala selama proses penerimaan berlangsung.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah membentuk grup Telegram sebagai media komunikasi dan sosialisasi kepada calon peserta didik. Grup tersebut dibuka beberapa bulan sebelum tahapan SPMB dimulai agar informasi dapat diterima lebih cepat dan merata.
“Kami membuat satu grup di Telegram yang diikuti hampir 2.000 calon siswa. Di situlah kami berkomunikasi dengan mereka dan melakukan sosialisasi jauh hari sebelum pemberitahuan resmi untuk sosialisasi,” ujar Ikhwanudin.
Melalui grup tersebut, sekolah memberikan informasi terkait tahapan pendaftaran, Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), kelengkapan dokumen, hingga berbagai ketentuan yang harus dipenuhi calon peserta didik. Sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan juga dimaksudkan untuk membantu siswa menentukan pilihan program keahlian sesuai minat dan kemampuannya.
Menurut Ikhwanudin, strategi komunikasi tersebut terbukti efektif karena jumlah berkas yang harus diperbaiki relatif kecil dibandingkan total pendaftar yang telah mencapai lebih dari 1.600 orang. Sebagian besar kesalahan yang ditemukan hanya berupa dokumen yang belum lengkap atau belum diunggah ke dalam sistem pendaftaran.
“Dari 1.600 lebih pendaftar itu yang perlu perbaikan hanya sekitar 230. Itu luar biasa, dan kebanyakan hanya karena ada dokumen yang belum lengkap atau belum diunggah,” kata Ikhwanudin.
Ia menambahkan, pertanyaan yang paling banyak disampaikan calon peserta didik dalam grup Telegram berkaitan dengan batas nilai minimum untuk diterima di SMKN 1 Kota Cirebon. Padahal, sekolah tidak menetapkan nilai terendah tertentu karena hasil seleksi ditentukan oleh persaingan nilai para pendaftar pada masing-masing jalur dan program keahlian yang dipilih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....