Diskominfo dan RTIK Cirebon Ajak Santri Lawan Hoaks di Ruang Digital
- 10 Jun 2026 13:25 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon menggelar pembinaan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) bekerja sama dengan Relawan TIK (RTIK) Kabupaten Cirebon di Pondok Pesantren Daqu, Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Rabu 3 Juni 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Epistemologi Kebenaran di Era AI: Peran Santri dalam Verifikasi Informasi”.
Pembinaan KIM bertujuan memperkuat literasi digital sekaligus meningkatkan kemampuan santri dalam menyaring dan memverifikasi informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam membangun masyarakat yang cakap digital dan kritis terhadap informasi.
Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, mengatakan kemampuan memverifikasi informasi menjadi kebutuhan penting di era digital saat ini. Menurutnya, perkembangan AI menghadirkan berbagai kemudahan sekaligus tantangan dalam membedakan informasi yang benar dan tidak benar.
“Di tengah pesatnya perkembangan AI, kemampuan memverifikasi informasi menjadi hal yang sangat penting. Kami berharap para santri dapat menjadi teladan dalam menyebarkan informasi yang benar dan bertanggung jawab di lingkungan masyarakat,” ujarnya pada Senin 8 Juni 2026 dikutip dari rilis Pemkab Cirebon.
Ia menambahkan, santri memiliki posisi strategis dalam membangun budaya informasi yang sehat di tengah masyarakat. Karena itu, keterlibatan santri dalam upaya melawan hoaks dinilai sangat penting untuk menjaga kualitas informasi di ruang digital.
“Santri memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi di era digital. Melalui kegiatan ini, kami mengajak para santri untuk aktif melawan hoaks dan turut menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif,” katanya.
Narasumber dari RTIK Kabupaten Cirebon, Aries Saefullah, menjelaskan bahwa kemampuan memverifikasi informasi kini menjadi keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap individu. Hal tersebut penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum teruji kebenarannya.
“Di era AI saat ini, kemampuan memverifikasi informasi menjadi keterampilan yang harus dimiliki setiap individu, termasuk para santri. Saya berharap kegiatan ini dapat memperkuat literasi digital serta menumbuhkan sikap kritis dalam menyaring informasi,” ujarnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Daqu Tegalgubug, Rivqil Asyiq, menyambut baik pelaksanaan pembinaan KIM tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi langkah penting dalam membekali santri menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan arus informasi digital yang semakin cepat.
“Kami menyambut baik kegiatan pembinaan KIM ini sebagai upaya meningkatkan literasi digital di kalangan santri. Semoga para santri tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memverifikasi informasi dan menyebarkan nilai-nilai kebenaran di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat,” ucapnya.
Melalui kolaborasi antara Diskominfo Kabupaten Cirebon, RTIK Kabupaten Cirebon, dan Pondok Pesantren Daqu, para santri diharapkan mampu menjadi agen literasi digital yang aktif memerangi hoaks. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat menyebarkan informasi yang akurat serta menjaga nilai-nilai kebenaran di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang terus berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....