DLH Kota Cirebon Sebut Penataan Sukalila Berpotensi Turunkan Suhu Udara
- 09 Jun 2026 14:10 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Penataan ruang hijau, perawatan pohon, dan penambahan vegetasi pelindung di Kota Cirebon dinilai menjadi langkah penting untuk menekan dampak perubahan iklim sekaligus menurunkan suhu udara perkotaan. Oleh karena itu, pelaksanaan program ini memerlukan kolaborasi aktif antara pemerintah, komunitas, dan seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Fina Amalia Purwantini menyampaikan hal itu dalam Dialog Khusus RRI Cirebon, Rabu, 3 Juni 2026. Dialog tersebut mengangkat tema "Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata Menghadapi Krisis Iklim".
Menurut Fina, salah satu perubahan positif yang mulai terlihat adalah penataan kawasan sempadan sungai di wilayah Sukalila, Kota Cirebon. Melalui penataan ini, pohon-pohon yang sebelumnya kurang terawat kini menjadi lebih tertata dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Salah satu perubahan yang terlihat nyata di bawah kepemimpinan Penjabat Wali Kota Cirebon yang baru, Pak Edo, adalah perapian sempadan sungai di kawasan Sukalila. Melalui program ini, pohon-pohon yang tadinya tidak terawat kini menjadi lebih tertata dan bermanfaat bagi lingkungan,” ujarnya.
Ia mengatakan, DLH Kota Cirebon telah merencanakan gerakan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak pencemaran udara. Langkah ini diambil mengingat sektor transportasi masih menjadi salah satu penyumbang terbesar emisi yang memengaruhi kualitas lingkungan perkotaan.
“Kami sudah merencanakan penanaman pohon karena kontribusi terbesar dari pencemaran gas di kota ini berasal dari sektor transportasi. Oleh karena itu, Kota Cirebon sangat membutuhkan penambahan pohon sebagai penyerap emisi tersebut,” kata Fina.
Selain penanaman pohon, pemerintah daerah juga terus melakukan penataan taman-taman kota dan memperbanyak pohon pelindung. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap penurunan suhu udara, terutama di kawasan yang selama ini dikenal memiliki temperatur cukup tinggi.
“Melalui penataan kembali taman-taman yang ada, kami berupaya mengoptimalkan fungsi ruang terbuka hijau. Selain itu, penanaman pohon pelindung baru diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan suhu udara di Kota Cirebon,” ucapnya.
Menurutnya, manfaat ruang hijau kini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di kehidupan sehari-hari. Salah satu indikatornya adalah adanya perbedaan suhu udara yang lebih sejuk saat memasuki kawasan rimbun, dibandingkan dengan wilayah yang minim vegetasi.
“Kita bisa merasakan perbedaan yang nyata saat berkendara dari kawasan Bypass menuju pusat Kota Cirebon. Suhu udara yang tadinya panas akan terasa jauh lebih adem dan sejuk saat kita memasuki daerah Sukalila,” ujar Fina.
Fina menambahkan, upaya menjaga lingkungan dan menghadapi perubahan iklim tidak dapat dilakukan oleh satu organisasi perangkat daerah (OPD) saja. Langkah besar ini membutuhkan keterlibatan lintas sektor agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.
“Masalah lingkungan hidup ini tidak bisa diselesaikan oleh satu OPD saja, melainkan menjadi tanggung jawab kita bersama. Bagaimanapun, bumi yang kita tempati saat ini bukan untuk sesaat, melainkan untuk diwariskan kepada anak cucu kita nanti,” katanya.
Ia menilai keberadaan komunitas lingkungan dan berbagai mitra pembangunan memiliki peran krusial dalam mendukung program pemerintah. Hal ini dikarenakan persoalan lingkungan sangat kompleks dan memerlukan kerja sama yang berkesinambungan lintas sektor.
“DLH tidak akan bisa berbuat apa-apa kalau harus berjalan sendiri. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi erat dengan komunitas lingkungan dan berbagai pihak lainnya,” ucap Fina menandaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....