Anak Ciamis Meninggal Dunia karena Tenggelam di Sungai Cijolang Kuningan

  • 08 Jun 2026 19:58 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – M. Rizky Triramdani (8), anak asal Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Cijolang yang berada di Desa Tangkolo, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan pada senin, 8 Juni 2026. Korban ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat berenang bersama teman-temannya.

Kapolsek Subang, Iptu Suhandi, mengatakan korban diduga tenggelam setelah melompat ke sungai sekitar pukul 11.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat berenang seperti biasa, namun sesaat kemudian tidak terlihat lagi di permukaan air."Menurut keterangan saksi, korban sempat melompat ke sungai untuk berenang. Namun setelah itu korban tidak muncul kembali ke permukaan. Diduga korban tersangkut pada besi cor irigasi yang berada di sekitar bendungan sehingga tidak dapat menyelamatkan diri," ujar Iptu Suhandi dalam keterangan persnya.

Hilangnya korban membuat warga sekitar panik. Masyarakat setempat bersama petugas BPBD Kabupaten Ciamis kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Upaya pencarian berlangsung selama beberapa jam hingga akhirnya korban berhasil ditemukan. Namun, nyawa bocah berusia delapan tahun itu tidak dapat diselamatkan."Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam, sekitar pukul 14.00 WIB korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia," kata Iptu Suhandi.

Setelah dievakuasi, petugas bersama pihak terkait melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad korban. Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan bidan desa setempat tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana."Dari hasil pemeriksaan medis sementara, korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam dan kehabisan napas. Tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana," ucapnya.

Polsek Subang yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi-saksi, serta mengumpulkan bahan keterangan guna memastikan penyebab kematian korban.

Sementara itu, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah."Keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan kehendak Allah SWT. Mereka juga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah," ujar Iptu Suhandi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....