Sekolah Rakyat Cirebon Hadapi Tantangan Pendidikan Berasrama

  • 08 Jun 2026 17:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Perjalanan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Cirebon membangun pendidikan berasrama tidak berjalan tanpa tantangan sejak awal pembukaan. Proses penyesuaian siswa hingga tenaga pendidik menjadi pengalaman baru dalam mendampingi anak-anak kurang mampu dalam setiap harinya.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Cirebon, Khaerunisa, M.Pd mengatakan para pendidik sempat merasa kewalahan menghadapi pola pendidikan berasrama penuh. Seluruh guru dan pendamping harus memastikan kebutuhan siswa terpenuhi selama menjalani aktivitas pendidikan maupun kehidupan asrama.

“Awalnya tuh kaget juga karena kita harus bertemu anak dari pagi sampai malam,” ucapnya katanya kepada RRI, Kamis, 4 Juni 2026. Menurutnya, sebagian siswa datang dengan latar belakang putus sekolah dan belum terbiasa hidup mengikuti aturan ketat.

Anak-anak mulai diarahkan menjalani rutinitas disiplin seperti tidur lebih awal, bangun pagi, serta melaksanakan ibadah secara teratur setiap hari. Kebiasaan tersebut awalnya sulit diterapkan karena sebagian siswa terbiasa tidur larut malam sebelum masuk lingkungan asrama.

Selain pembelajaran akademik, sekolah juga membiasakan pola hidup sehat melalui olahraga rutin dan konsumsi makanan bergizi seimbang setiap harinya. Perubahan pola hidup perlahan mulai dirasakan siswa setelah hampir setahun menjalani kehidupan bersama para pendamping sekolah.

“Sekarang itu kita kalau sudah jam sembilan tuh sudah ngantuk, Bu,” katanya. Pengakuan tersebut dinilai menjadi tanda keberhasilan pembiasaan disiplin yang diterapkan selama pendidikan berasrama berlangsung di sekolah.

Khaerunisa menjelaskan guru, wali asuh, dan pendamping sosial bekerja bersama mengawasi aktivitas siswa sejak dini hari hingga malam. Para pendamping bahkan harus berkeliling membangunkan siswa agar seluruh kegiatan berjalan sesuai jadwal harian yang ditetapkan.

Ia berharap pendidikan berasrama mampu membangun karakter mandiri sekaligus membuka kesempatan masa depan lebih baik bagi siswa. Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Cirebon diharapkan menjadi jalan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....