Demi Prestise Sekolah Favorit, Orang Tua Kerap Abaikan Anak

  • 07 Jun 2026 18:43 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerhati pendidikan UGJ, Dr. Misdi, M.Pd., menilai kecemasan orang tua menghadapi SPMB dipengaruhi faktor sekolah favorit. Orang tua kerap memaksakan pilihan tersebut, meski belum tentu sesuai dengan kemampuan dan kondisi anak.

Fenomena ini terutama terjadi pada kelompok masyarakat kelas menengah. Mereka berada di antara keterbatasan ekonomi dan keinginan memperoleh akses pendidikan terbaik bagi anak.

Menurutnya, kecemasan saat masa penerimaan murid baru tidak dialami oleh seluruh lapisan masyarakat. Kondisi ini lebih banyak dirasakan keluarga yang memiliki harapan besar terhadap sekolah tertentu untuk anaknya.

“Sebetulnya dikatakan membuat orang tua cemas itu sebagian kecil ya, dan itu menghinggapi keluarga-keluarga yang statusnya di tengah-tengah. Mereka menginginkan anaknya sekolah di sekolah yang favorit atau bagus, padahal kemampuannya mungkin tidak bisa nyaman di sana,” ujar Misdi kepada RRI, Selasa, 2 Juni 2026.

Ia menjelaskan, orang tua sering kali mengabaikan akses menuju sekolah tujuan demi mengedepankan faktor prestise. Padahal, jarak dan transportasi tersebut tidak kalah penting selain faktor kemampuan akademik anak.

Misdi mengatakan kelompok masyarakat ekonomi atas umumnya memiliki keleluasaan memilih sekolah unggulan berbiaya tinggi. Dampaknya, mereka tidak terlalu terdampak oleh ketatnya persaingan dalam sistem penerimaan murid baru.

Sementara itu, kelompok masyarakat ekonomi bawah cenderung memilih sekolah terjangkau di sekitar tempat tinggal. Alasan ini membuat mereka tidak mengalami tekanan berlebihan selama proses pendaftaran berlangsung.

Karena itu, ia menilai orang tua penting mempertimbangkan kebutuhan, kemampuan, dan kenyamanan anak dalam memilih sekolah. Langkah ini diperlukan agar proses pendidikan berjalan optimal tanpa dibayangi kecemasan berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....