Kios Pengendali Inflasi Sukses jika Daya Beli Masyarakat Terjaga

  • 07 Jun 2026 17:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Keberhasilan program Kios Pengendali Inflasi atau KOSPI dinilai tidak hanya dapat diukur dari stabilitas harga di pasar. Program tersebut juga perlu dilihat dari kemampuannya dalam menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia.

Pengamat Ekonomi, Dr. Toto Sukarnoto, M.E., mengatakan tujuan utama KOSPI adalah membantu masyarakat agar tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah berbagai tantangan ekonomi. Karena itu, indikator keberhasilannya harus berorientasi pada kondisi masyarakat sebagai penerima manfaat.

“Secara sederhana, keberhasilan KOSPI itu dilihat dari bagaimana daya beli masyarakat tetap terjaga. Ketika masyarakat masih mampu memenuhi kebutuhan pokoknya dengan baik, berarti fungsi pengendalian inflasi berjalan,” ujarnya saat dihubungi RRI pada Minggu, 7 Juni 2026.

Menurut Toto, aspek lain yang perlu diperhatikan adalah kelancaran rantai pasok atau supply chain komoditas pangan. Distribusi yang terjaga akan membantu memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok di masyarakat tetap aman.

Ia menilai peran berbagai lembaga yang bergerak di sektor pangan harus difokuskan pada penguatan distribusi komoditas. Dengan rantai pasok yang baik, gejolak harga dapat ditekan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Selain itu, Toto menekankan pentingnya pemetaan kelompok masyarakat yang memiliki daya beli rendah. Data tersebut dinilai dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyalurkan berbagai program pengendalian harga secara lebih tepat sasaran.

Menurutnya, kebutuhan pangan menjadi komoditas utama yang harus menjadi perhatian dalam upaya pengendalian inflasi. Ketersediaan beras, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya memiliki pengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Saya melihat komoditas yang paling berpengaruh adalah pangan. Ketika kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan telur dapat dipenuhi dengan baik, maka masyarakat yang daya belinya rendah juga akan lebih mudah memenuhi kebutuhan gizinya,” ucapnya.

Ia menambahkan, pemenuhan kebutuhan pangan yang memadai juga berkontribusi terhadap penanganan berbagai persoalan sosial, termasuk masalah gizi dan stunting. Karena itu, keberhasilan pengendalian inflasi tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga kualitas hidup masyarakat.

Toto menegaskan, semakin terkendalinya masalah gizi dan semakin mudah masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, maka manfaat kehadiran KOSPI akan semakin dirasakan. "Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa program pengendalian inflasi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok dengan daya beli rendah," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....