Pemkab Cirebon Perkuat Kolaborasi dengan INOVASI, Tingkatkan Mutu Pendidikan

  • 07 Jun 2026 16:53 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kabupaten Cirebon menghadiri Pertemuan Refleksi dan Perencanaan Daerah Mitra yang diselenggarakan Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) di Hotel Patra Cirebon pada 3–4 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi dan penyusunan program pendidikan guna memperkuat peningkatan mutu pembelajaran, khususnya pada aspek literasi, numerasi, dan penguatan karakter peserta didik.

Pertemuan bertema “Bersama Membangun Ekosistem Pendidikan yang Berkeadilan, Berkelanjutan, dan Berdampak pada Pembelajaran Murid” itu dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk merefleksikan capaian program periode 2025–2026 sekaligus menyusun arah program tahun 2026–2027.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cirebon, Dangi, menyampaikan pesan Bupati Cirebon yang menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak.

“Pesan Bupati sangat sederhana, bagaimana caranya agar semua anak di Kabupaten Cirebon bisa bersekolah. Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah. Sederhana, tetapi membutuhkan kerja keras kita semua,” ujarnya dikutip dari rilis Pemkab Cirebon.

Ia juga mengapresiasi dipilihnya Kabupaten Cirebon sebagai daerah mitra dalam program pendampingan INOVASI. Menurutnya, program tersebut berperan penting dalam memperkuat sektor pendidikan daerah sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat.

“Harapan kami, Jawa Barat bisa terus memberikan afirmasi bagi daerah-daerah yang masih membutuhkan penguatan di sektor pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Deputy Program Director Development Priorities INOVASI, Feiny Santosa, menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun kondisi fisiknya.

“Semua anak, tanpa memandang latar belakangnya, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk anak dengan disabilitas maupun dari keluarga kurang mampu, harus mendapatkan pembelajaran yang berkualitas,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan mutu pendidikan memerlukan perencanaan yang matang dan dukungan berbagai pihak secara berkelanjutan. Menurutnya, terdapat tiga aspek penting yang harus menjadi perhatian, yakni perencanaan berbasis data, kolaborasi lintas sektor, dan komitmen berkelanjutan.

“Rencana yang disusun harus realistis, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan hasil belajar siswa,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta juga berbagi pengalaman, gagasan, dan praktik baik dari berbagai tingkatan, mulai dari sekolah, gugus pendidikan, pemerintah daerah, hingga dukungan ekosistem provinsi dan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap hasil belajar peserta didik di Kabupaten Cirebon maupun daerah lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....