Kemenag Kabupaten Cirebon Tekankan Kolaborasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

  • 05 Jun 2026 20:34 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kolaborasi antarpemangku kepentingan pendidikan menjadi faktor penting dalam mendukung keprofesian berkelanjutan dan meningkatkan hasil belajar murid. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, Slamet, dalam kegiatan Refleksi dan Perencanaan Daerah Kabupaten Mitra INOVASI Jawa Barat di Kabupaten Cirebon, Kamis 4 Juni 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan INOVASI Jawa Barat tersebut menjadi forum refleksi pelaksanaan program periode 2025–2026 sekaligus penyusunan rencana kegiatan tahun 2026–2027. Forum tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat sekolah, gugus, kabupaten, provinsi, hingga Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

INOVASI atau Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia merupakan program kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dasar, terutama dalam aspek literasi, numerasi, dan pendidikan karakter peserta didik.

Dalam sesi diskusi bertajuk Upaya Peningkatan Hasil Belajar Murid melalui Ekosistem yang Berdaya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, Slamet, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus diawali dengan penguatan kompetensi pendidik. Menurutnya, guru perlu terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan serta tantangan dunia pendidikan.

“Peningkatan hasil belajar murid harus dimulai dari penguatan kompetensi pendidik. Oleh karena itu, keprofesian berkelanjutan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar, Guru perlu terus belajar, berkembang, dan beradaptasi dengan tantangan pendidikan yang terus berubah,” katanya dikutip dari rilis Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga secara mandiri. Sinergi antara Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, pemerintah daerah, pengawas, kepala sekolah, dan komunitas belajar dinilai penting agar program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi proses pembelajaran.

Ia mengapresiasi pendekatan yang dikembangkan melalui Program INOVASI karena mampu menghadirkan ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik. Selain itu, program tersebut dinilai turut memperkuat ekosistem pendidikan yang berdaya di tingkat daerah.

Menurutnya kegiatan refleksi dan perencanaan yang dilakukan secara berkala merupakan langkah strategis untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi tantangan, serta menyusun perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Ia juga menekankan pentingnya penguatan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter sebagai perhatian bersama.“Ketika guru mendapatkan dukungan yang memadai untuk terus meningkatkan kompetensinya, maka kualitas pembelajaran akan meningkat. Pada akhirnya, yang merasakan manfaat terbesar adalah para murid,” katanya.

Ia berharap kemitraan dan semangat kolaborasi yang telah terbangun melalui Program INOVASI dapat terus diperkuat demi peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....