Wujud Syukur Hasil Panen, Warga Karangkendal Cirebon Gelar Mapag Sri

  • 02 Jun 2026 19:57 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Masyarakat Desa Karangkendal, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, terus menjaga tradisi budaya warisan leluhur melalui pelaksanaan adat Mapag Sri yang digelar menjelang musim panen. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 1 Mei 2026 tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas hasil pertanian sekaligus upaya mempertahankan nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.Dikutip dari laman tribratanews-polrescirebonkota.com, kegiatan adat tersebut turut dihadiri Bhabinkamtibmas Desa Karangkendal sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Kapolsek Kapetakan, AKP Rudiana, SH, MH, CPHR, menyampaikan bahwa tradisi Mapag Sri merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Kabupaten Cirebon yang perlu terus dijaga keberlangsungannya. Tradisi tersebut tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mengandung semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur atas hasil pertanian yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Menurutnya, Mapag Sri telah diwariskan dari generasi ke generasi sebagai tradisi masyarakat agraris yang menjadi simbol ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberkahan hasil bumi. Selain itu, tradisi ini juga menjadi doa bersama agar panen yang akan dilaksanakan dapat memberikan hasil yang baik bagi para petani.

Pelaksanaan Mapag Sri juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Dalam setiap rangkaian kegiatan, masyarakat berkumpul dan berpartisipasi bersama sehingga memperkuat semangat persatuan, kekompakan, dan kebersamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedesaan.

Di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi, pelestarian budaya lokal dinilai memiliki peran penting dalam menjaga identitas masyarakat. Tradisi seperti Mapag Sri tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, nilai kehidupan, dan kearifan lokal daerahnya.

Masyarakat Desa Karangkendal berharap tradisi tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai historis, sosial, dan spiritual. Selain memperkuat hubungan antarwarga, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa syukur atas hasil kerja keras para petani dalam mengelola lahan pertanian.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan berbagai tradisi budaya yang menjadi warisan leluhur. Ia menegaskan, "Budaya lokal merupakan identitas dan kekayaan yang sangat berharga bagi masyarakat. Kami mengajak seluruh warga untuk terus melestarikan tradisi yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur sehingga warisan budaya tersebut dapat terus dikenal dan diwariskan kepada generasi penerus." ujar AKP M. Aris Hermanto pada Selasa 2 Juni 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....