Anak Tak Sekolah dan Tambak Rusak, Ambulu Hadapi Dampak Rob Berlapis

  • 28 Mei 2026 13:25 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Mata pencaharian masyarakat Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, terus terancam akibat banjir rob berkepanjangan setiap harinya. Ribuan hektare tambak warga mengalami kerusakan parah sehingga tidak lagi layak digunakan kegiatan budidaya perikanan produktif.

Kuwu Ambulu, Sunaji mengatakan lebih dari setengah luas tambak masyarakat mengalami kerusakan akibat genangan rob berkepanjangan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak warga kehilangan penghasilan utama dan memilih bekerja ke luar negeri.

Ia menjelaskan, tambak tidak produktif menyebabkan hubungan emosional masyarakat terhadap lingkungan pesisir perlahan mengalami penurunan cukup signifikan. Banyak warga perantauan mulai enggan mengurus tambak maupun tanah warisan keluarga karena menetap bekerja luar daerah.

“Banyaknya warga kita sekarang beralihnya usahanya mencari pekerjaan di luar negeri, ya,” katanya kepada RRI dalam acara Kentongan, Selasa, 26 Mei 2026.

Sunaji menyebutkan pemerintah desa tidak mampu memulihkan ekonomi warga tanpa dukungan lintas organisasi perangkat daerah terkait. Karena itu, sejumlah dinas telah melakukan peninjauan lapangan membahas alternatif usaha pengganti sektor budidaya tambak terdampak.

Menurutnya, Dinas Ketahanan Pangan turut diminta membantu mencari peluang usaha baru bagi masyarakat kehilangan pekerjaan tambak. Selain itu, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan juga dilibatkan menangani dampak sosial akibat rob berkepanjangan.

Ia mengungkapkan, anak-anak sering memilih bermain air ketika rob menggenangi lingkungan sekolah maupun permukiman warga Desa Ambulu. Kondisi tersebut membuat proses pendidikan terganggu karena sebagian siswa batal berangkat sekolah akibat genangan rob.

Sunaji berharap pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat segera memberikan perhatian serius terhadap penderitaan masyarakat pesisir Desa Ambulu. Ia menegaskan penanganan rob tidak cukup melalui peninggian rumah warga tanpa solusi permanen menyeluruh kawasan pesisir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....