Limbah Peternakan Sapi Mengancam Ekosistem Lembah Cilengkrang di Kuningan
- 24 Mei 2023 19:00 WIB
- Cirebon
KBRN, Kuningan: Limbah peternakan sapi di lereng Gunung Ciremai mencemari saluran air di Lembah Cilengkrang, yang merupakan sumber air bagi lahan pertanian dan kebutuhan sehari-hari masyarakat di Desa Pajambon, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.
Pengunjung kawasan Curug Cilengkrang, Asep mengungkapkan kekecewaannya saat ada limbah kotoran hewan di sekitar kawasan tersebut. Atas dasar itulah Asep mengabadikan selokan yang dialiri limbah kotoran tersebut, melalui beberapa video.
Video yang dibuatnya pada tanggal 16 Mei 2023 lalu, menunjukan aliran air berwarna hijau yang dipenuhi dengan kotoran hewan. "Sepanjang saya memasuki kawasan itu, dengan berjalan kaki, ada pohon yang mati. Memang jika kotoran hewan itu bagus untuk pupuk, tapi jika berlebihan tentunya akan membuat pohon mati, dan juga ada dampak lainnya," ujar Asep Rudi, yang merupakan Warga Desa Kertaungaran, Kecamatan Sindangagung. Pada Rabu (24/5/2023).
"Limbah kotoran kohe itu, sudah lama adanya bukan beberapa hari ini. Coba saja datang para pemangku kebijakan, dengan adanya keganjalan seperti jembatan yang dibangun khusus aliran tersebut sebelum tiket," ujar Asep Rudi.
Asep menambahkan hal itu tentunya akan berpengaruh bagi kehidupan masyarakat sekitar.
"Yang namanya air, kan sumber kehidupan. Untuk pengelola juga termasuk Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, jangan hanya mengambil keuntungan saja, tapi tolong juga bisa merawat kelestarian alamnya. Sebagai masyarakat Kabupaten Kuningan , Kami sangat kecewa," sambungnya.
Pihaknya meminta agar hal itu segera diatasi, permasalahan limbah kotoran hewan. "Ini bisa memalukan Kabupaten Kuningan juga, dan membuat pengunjung ogah datang kembali. Bayangkan saja, ketika kita ingin berwisata dengan nuansa yang asri khas pegunungan malah disuguhkan dengan kotoran hewan, kan jorok banget," tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi 3 DPRD Kuningan, Sri Laelasari menanggapi serius masalah ini. Menurutnya warga sekitar sangat khawatir dengan pencemaran yang terjadi di Lembah Cilengkrang.
"Limbah kotoran hewan telah mencemari saluran air yang dulunya bersih dan digunakan untuk keperluan sehari-hari. Dampaknya adalah khawatirnya akan kesehatan masyarakat serta ketersediaan akses air bersih yang merupakan kebutuhan dasar mereka dan juga sebagai sumber air untuk lahan pertanian," ujar perempuan yang akrab disapa Ceu Sri, Rabu (24/5/2023).
Ia menyoroti pentingnya tindakan segera dalam menangani isu pencemaran ini. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak negatif yang ditimbulkan oleh limbah peternakan sapi tersebut, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat sekitar.
"Kerjasama antara pemerintah, peternak, dan masyarakat sangat diperlukan untuk secara efektif menangani masalah ini. Kami mendesak pihak terkait untuk segera mengambil langkah-langkah preventif guna mencegah pencemaran lingkungan yang lebih lanjut," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengajak peternak sapi di wilayah tersebut untuk meningkatkan sistem pengolahan limbah peternakan yang ramah lingkungan.
"Kami berharap pemerintah setempat dapat segera bertindak dan menangani masalah ini dengan cepat," katanya.
Ia juga berharap agar masyarakat dapat aktif terlibat dalam upaya pemulihan dan pelestarian lingkungan di sekitar mereka.
"Pencemaran lingkungan akibat limbah peternakan sapi di lereng Gunung Ciremai menjadi peringatan penting bagi kita semua tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan bertanggung jawab terhadap lingkungan," tutur Sri.
Dalam situasi ini, menurutnya, kerjasama dan kesadaran bersama akan menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini dan mewujudkan lingkungan yang sehat dan lestari bagi semua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....