Pastikan Kesehatan, DKP3 Cirebon Sisir Ratusan Lapak Hewan Kurban
- 26 Mei 2026 14:28 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon terus melakukan pemeriksaan terhadap lapak penjual hewan kurban menjelang Iduladha. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan memenuhi syariat.
Kepala DKP3 Kota Cirebon, Hj. Elmi Masruroh, Sp, M.Si mengatakan hingga pekan lalu pihaknya telah memeriksa sekitar 99 pedagang hewan kurban di Kota Cirebon. Pemeriksaan dilakukan oleh lima tim yang disebar di seluruh kecamatan.
“Semua lapak yang menjual hewan kurban di Kota Cirebon disisir satu per satu oleh tim kami," ujarnya. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam program dialog Cirebon Menyapa Masyarakat edisi Senin, 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan hewan akan terus dilakukan hingga H-1 Iduladha. Setelah itu, tim DKP3 juga akan melakukan pemeriksaan post-mortem saat proses penyembelihan hewan kurban berlangsung di masjid maupun lokasi pemotongan.
Menurutnya, pemeriksaan post-mortem dilakukan untuk mengecek kondisi organ dalam hewan kurban, terutama bagian hati. Langkah tersebut penting untuk memastikan daging kurban aman dikonsumsi masyarakat.
“Nanti tim kami akan memeriksa organ dalam dan hati karena biasanya riskan ada cacing hati. Dari situ akan direkomendasikan apakah layak dibagikan atau ada yang harus dibuang,” ucapnya.
Selain kesehatan, DKP3 juga memastikan usia hewan kurban telah memenuhi syarat syariat. Pemeriksaan umur dilakukan melalui struktur gigi hewan oleh dokter hewan dan tim dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
Ia menyebutkan kambing minimal berusia satu tahun, sedangkan sapi minimal dua tahun untuk dapat dijadikan hewan kurban. Hewan yang telah lolos pemeriksaan nantinya diberikan tanda pin dari DKP3 Kota Cirebon.
DKP3 juga memastikan seluruh hewan yang masuk ke Kota Cirebon wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal. Selain itu, pemantauan dilakukan melalui aplikasi iSIKHNAS untuk memastikan hewan tidak berasal dari daerah endemik penyakit seperti antraks, PMK, maupun LSD.
“Sejauh ini alhamdulillah hasil pemeriksaan tim kami di lapangan menunjukkan kondisi yang aman. Petugas tidak menemukan penularan penyakit-penyakit tersebut pada hewan kurban,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....