Bukan Cuma Biaya, Ini Tiga Syarat Mampu untuk Ibadah Haji
- 25 Mei 2026 20:14 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Memasuki bulan Dzulhijjah, umat Muslim diingatkan kembali mengenai pentingnya menunaikan ibadah haji bagi yang telah memenuhi syarat. Pesan tersebut disampaikan Ustaz Abdul Majid dalam program Mutiara Pagi RRI Cirebon pada Minggu, 17 Mei 2026.
Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang hukumnya fardu ain atau kewajiban personal bagi setiap Muslim. Oleh karena itu, umat Islam diharapkan memiliki kesadaran tinggi untuk mempersiapkan diri sejak dini.
“Haji ini hukumnya wajib, fardu ain, merupakan rukun Islam yang kelima bagi umat Muslim. Jadi kita harus semaksimal mungkin berusaha dan berikhtiar supaya bisa menunaikannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan terdapat lima syarat utama seseorang dikenakan kewajiban haji dalam ajaran agama Islam. Syarat tersebut meliputi beragama Islam, baligh, berakal sehat, merdeka, serta memiliki kemampuan atau istitaah.
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. Yang perlu kita garis bawahi di sini adalah kata mampu,” katanya.
Menurutnya, pemaknaan mampu tidak hanya berkaitan erat dengan persoalan kecukupan finansial atau ongkos perjalanan saja. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kondisi kesehatan fisik serta jaminan keamanan selama perjalanan.
“Mampu itu ada tiga, badannya sehat, perjalanannya aman, dan ada ongkosnya. Biasanya yang menjadi tantangan terbesar masyarakat adalah masalah kesehatan dan biaya,” ujarnya.
Ia juga menyinggung lamanya masa tunggu keberangkatan jemaah haji di Indonesia saat ini, termasuk Cirebon. Waktu tunggu di Kota Cirebon yang mencapai sekitar 23 tahun menuntut kesabaran ekstra calon jemaah.
“Jangan mudah menyerah meskipun banyak tantangan, sebab haji ini kewajiban. Yang penting kita berusaha dulu semaksimal mungkin untuk bisa menyempurnakan agama kita,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia memotivasi masyarakat agar tidak kehilangan semangat beribadah karena masalah ekonomi ataupun antrean. Kesungguhan hati dan niat yang kuat diyakini akan membuka jalan kemudahan dari Allah SWT.
“Setelah kesulitan itu ada kemudahan. Jadi jangan mudah putus asa dulu, yang penting kita serius dan sungguh-sungguh,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....