DPRD Kabupaten Cirebon Tekankan Pendidikan Karakter di Sekolah Maung

  • 22 Mei 2026 15:50 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H. R. Hasan Basori, menekankan pentingnya pendidikan karakter dalam penerapan program Sekolah Maung di Jawa Barat. Menurutnya, persoalan bullying dan menurunnya sikap hormat siswa terhadap guru harus menjadi perhatian serius dunia pendidikan.

Hal itu disampaikan Hasan Basori saat menanggapi pertanyaan pendengar dalam dialog interaktif di RRI Cirebon. Ia menilai persoalan kekerasan dan perundungan di sekolah bukan hanya menjadi tantangan Sekolah Maung, tetapi juga seluruh sekolah secara umum.

Menurut Hasan, pola pendidikan saat ini harus mampu mengikuti perkembangan zaman, baik dalam metode pembelajaran maupun sistem pengelolaan sekolah. Namun, ia menilai kesiapan sumber daya manusia dan manajemen pendidikan masih menjadi tantangan utama.

“Kalau saya melihat hari ini pola pendidikan harus mengikuti pola adaptif zaman, baik dalam ruang akademis maupun metode pengajaran,” ujar Hasan Basori kepada RRI, Jumat, 22 Mei 2026. Ia mengatakan kualitas tenaga pengajar dan sarana pendukung harus diperkuat untuk mendukung perubahan tersebut.

Selain kemampuan akademik, Hasan menilai pendidikan juga harus menanamkan kecerdasan emosional dan spiritual kepada siswa. Ia menegaskan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan moralitas menjadi fondasi penting dalam dunia pendidikan.

“Pendidikan itu sebenarnya seperti pesawat. Sayap kanan adalah sains, sedangkan sayap kiri adalah moralitas. Kalau salah satunya timpang, pesawat ini tidak bisa terbang,” katanya. Menurutnya, penguatan akhlak dan sikap hormat terhadap guru perlu menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter.

Hasan juga menyoroti pentingnya pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Cirebon. Ia menyebut pemerintah daerah wajib mengalokasikan minimal 20 persen anggaran untuk pendidikan sesuai amanat undang-undang.

Ia menilai kebutuhan dasar sarana pendidikan masih harus menjadi perhatian utama pemerintah. Mulai dari ruang kelas, fasilitas belajar, hingga akses transportasi bagi siswa di wilayah pedesaan dinilai masih menjadi tantangan dalam pemerataan pendidikan.

Selain itu, Hasan berharap ada peningkatan kemampuan tenaga pendidik agar mampu mengikuti pola belajar generasi milenial dan Gen Z. Menurutnya, guru saat ini dituntut lebih kreatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....