Pemprov Jabar Terapkan Sekolah Maung, Optimalkan Pendidikan Siswa Berprestasi

  • 21 Mei 2026 15:50 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menerapkan program Sekolah Maung sebagai bagian dari transformasi sekolah unggulan untuk memberikan layanan pendidikan lebih optimal bagi siswa berprestasi. Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, sekolah yang masuk kategori Sekolah Maung akan memulai proses penerimaan lebih awal dan menggunakan jalur prestasi sebagai mekanisme utama seleksi.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto mengatakan, pelaksanaan SPMB Sekolah Maung dijadwalkan berlangsung pada 25–29 Mei 2026. Berbeda dengan sekolah reguler, sekolah dalam program tersebut tidak lagi menggunakan jalur domisili.

“Untuk Sekolah Maung, SPMB-nya dimulai lebih dulu dan tidak ada lagi jalur domisili seperti di sekolah reguler,” ujarnya dikutip dari rilis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada Senin, 18 Mei 2026.

Sementara itu, sekolah reguler tetap menggunakan skema penerimaan seperti tahun sebelumnya, yakni melalui jalur prestasi, domisili, dan perpindahan tugas orang tua. Tahap pertama SPMB reguler akan berlangsung pada 29 Mei–8 Juni 2026, sedangkan tahap kedua dilaksanakan pada 30 Juni–6 Juli 2026.

Ia menjelaskan, penentuan sekolah yang masuk dalam program Sekolah Maung dilakukan melalui usulan cabang dinas pendidikan di daerah serta hasil verifikasi tim di masing-masing kabupaten dan kota. Sekolah yang lolos verifikasi kemudian ditetapkan sebagai bagian dari transformasi sekolah unggulan di Jawa Barat.

“Kita meminta masukan dari cabang dinas dan tim verifikasi. Mereka mengajukan sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya masing-masing. Kemudian ditetapkan sebagai program Sekolah Maung melalui transformasi sekolah yang sudah ada,” katanya.

Menurutnya, program tersebut bertujuan mengembalikan citra sekolah negeri unggulan agar kembali menjadi kebanggaan masyarakat. Selain itu, Sekolah Maung diharapkan menjadi alternatif bagi siswa berprestasi untuk mendapatkan layanan pendidikan berkualitas di sekolah negeri.

“Kita ingin mengembalikan sekolah-sekolah yang dulu dibanggakan menjadi kebanggaan lagi bagi masyarakat. Sekolah ini juga menjadi alternatif untuk mereka yang berprestasi agar bisa dilayani dengan baik di sekolah negeri,” katanya.

Ia menilai, selama ini banyak sekolah unggulan menjadi tujuan utama masyarakat. Namun, tidak sedikit siswa berprestasi akhirnya memilih sekolah swasta karena faktor kemampuan ekonomi keluarga yang lebih baik.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin memastikan siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas. Program Sekolah Maung disebut menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pemerataan layanan pendidikan.

“Bayangkan kalau mereka yang kemampuan ekonominya rendah tetapi berprestasi, mereka harus dilayani dengan baik oleh pemerintah. Ini bentuk inklusivitas kita dalam melayani anak-anak berprestasi yang membutuhkan perhatian,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program tersebut. Salah satunya termasuk menilai efektivitas 41 sekolah yang telah ditetapkan pada tahap awal program Sekolah Maung.

Ia menegaskan, keberadaan Sekolah Maung tidak menghapus jalur prestasi pada sekolah reguler. Menurutnya, sekolah reguler tetap membuka jalur prestasi, namun mekanisme seleksinya kini tidak lagi menggunakan tes tambahan. “Sekarang menggunakan rapor dan TKA, jadi tidak ada tes lagi,” jelasnya.

Berikut Daftar 41 Sekolah Manusia Unggul di Jabar:

Tingkat SMA

SMAN 2 Cibinong, SMAN 1 Bogor, SMAN 1 Depok, SMAN 1 Bekasi, SMAN 2 Tambun Selatan, SMAN 1 Subang, SMAN 1 Purwakarta, SMAN 5 Karawang, SMAN 2 Kota Sukabumi, SMAN 1 Pelabuhanratu, SMAN 1 Cisarua, SMAN 1 Cianjur, SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung, SMAN 3 Cimahi, SMAN 1 Soreang.

SMAN 1 Sumedang, SMAN 1 Majalengka, SMAN 1 Sindang, SMAN 2 Cirebon, SMAN 1 Palimanan, SMAN 2 Kuningan, SMAN 1 Garut, SMAN 1 Tasikmalaya, SMAN 1 Singaparna, SMAN 1 Ciamis, SMAN 1 Banjar, SMAN 1 Parigi.

Tingkat SMK

SMKN 1 Cibinong, SMKN 3 Bogor, SMKN 2 Kota Bekasi, SMKN 1 Cibadak, SMKN 1 Pacet, SMKN 1 Cimahi, SMKN 1 Katapang, SMKN 1 Majalengka, SMKN 1 Mundu, SMKN 1 Garut, SMKN 2 Tasikmalaya, SMKN 1 Pangandaran, SMKN 1 Tajug Gede Purwakarta (masih dalam Proses pendirian dan menggunakan Keputusan Gubernur terpisah).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....