Bea Cukai Cirebon Dorong Daya Saing Industri Melalui Fasilitas Fiskal

  • 20 Mei 2026 20:45 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pertumbuhan kawasan berikat di wilayah kerja Bea Cukai Cirebon terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator masih tingginya minat investor terhadap sektor industri di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Kepala Kantor Bea Cukai Cirebon, Koen Rachmanto, mengatakan jumlah kawasan berikat di wilayah Ciayumajakuning mengalami kenaikan cukup sejak tahun 2022. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan kawasan Cirebon masih menjadi lokasi strategis bagi industri.

“Kalau di tahun 2022-an itu masih dengan angka sekitar 20 kawasan berikat. Di tahun berikutnya sampai 30, dan di tahun ini sekarang kita sudah ada 42 kawasan berikat,” ujarnya usai kegiatan Forum Konsultasi Publik melalui kegiatan Sharing Session dan Apresiasi Pengguna Jasa Tahun 2026 di Aula KPPBC TMP C Cirebon, Rabu 20 Mei 2026.

Ia menjelaskan, investor masih memandang Cirebon sebagai wilayah yang menjanjikan bagi industri yang bersifat padat karya. Faktor tersebut juga mendorong sejumlah perusahaan memindahkan operasional usahanya dari daerah lain ke wilayah Jawa Barat, khususnya Cirebon.

“Untuk usaha-usaha yang memang memerlukan padat karya itu Cirebon dianggap oleh investor masih menjanjikan sehingga banyak perusahaan melakukan relokasi dari wilayah lain masuk ke wilayah Jawa Barat khususnya di Cirebon ini,” katanya.

Baca juga : Bea Cukai Cirebon Apresiasi Pengguna Jasa & Perkuat Layanan Aplikasi CENTRAL

Terkait tantangan ekonomi global, ia mengungkapkan sebagian besar perusahaan kawasan berikat di Cirebon merupakan industri berorientasi ekspor. Karena itu, Bea Cukai memberikan berbagai fasilitas fiskal guna meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.

“Produk-produknya memang orientasinya ekspor, dan itu kita fasilitasi agar mereka lebih bisa bersaing karena salah satu fasilitas kami adalah fasilitas fiskal,” ucapnya.

Ia menjelaskan fasilitas tersebut meliputi penangguhan bea masuk, pembebasan pungutan tertentu, hingga berbagai insentif fiskal lainnya. Langkah tersebut diharapkan mampu membuat harga produk lebih kompetitif dibandingkan produk dari negara lain.

“Intinya adalah memberikan fasilitas fiskal agar nantinya produk-produk akhir dari perusahaan-perusahaan itu bisa memberikan harga yang lebih kompetitif di luar negeri,” katanya.

Ia menegaskan Bea Cukai Cirebon akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar perusahaan semakin efisien dan mampu memperluas pasar ekspor di tengah dinamika ekonomi global. Menurutnya, efisiensi pelayanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing industri nasional.

“Kami bertekad memberikan layanan terbaik agar perusahaan itu semakin efisien sehingga produk-produknya menjadi semakin kompetitif untuk bersaing dengan produk-produk dari negara lain,” katanya.

Sebagai bentuk inovasi pelayanan, Bea Cukai Cirebon juga meluncurkan aplikasi Cirebon Customs and Excise Integrated Application CENTRAL. Aplikasi ini dapat mempermudah komunikasi dan layanan.

“Oleh karenanya salah satunya kami jembatani dengan tadi kita launching aplikasi CENTRAL, sehingga itu akan menjembatani komunikasi kami, layanan kami yang harus kami berikan di area yang jauh,” katanya. Ia menambahkan, aplikasi tersebut diharapkan mampu memangkas waktu dan biaya layanan, terutama bagi perusahaan yang berada jauh dari kantor pelayanan Bea Cukai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....