Pemkab Cirebon Luncurkan Program Pelatihan Kerja “From Zero to Hero”

  • 19 Mei 2026 15:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Kabupaten Cirebon meluncurkan program pelatihan bahasa dan budaya Jepang bagi masyarakat melalui rapat launching di Ruang Rara Santang Setda Kabupaten Cirebon, Senin, 18 Mei 2026. Program bertajuk “From Zero to Hero” tersebut merupakan kerja sama antara pemerintah daerah, Yayasan Dewa Aksara, dan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon untuk menyiapkan calon tenaga kerja yang akan diberangkatkan ke Jepang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala mengatakan, program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan yang masih cukup tinggi di Kabupaten Cirebon. Ia menyebutkan, pemerintah daerah ingin membuka peluang kerja lebih luas melalui program penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

“Program ini diharapkan mampu memotong rantai pengangguran dan kemiskinan, sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat secara nyata,” katanya dikutip dari rilis Pemkab Cirebon.

Menurutnya, angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Cirebon saat ini masih berada di kisaran 10 persen. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong berbagai akses lapangan pekerjaan, termasuk kerja sama penempatan tenaga kerja ke Jepang sebagai salah satu negara tujuan.

Pada pelaksanaan tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan sebanyak 75 peserta mengikuti program tersebut. Peserta akan diprioritaskan bagi warga Kabupaten Cirebon yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Proses seleksi administrasi program akan berlangsung mulai 19 Mei hingga 18 Juni 2026. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi selanjutnya diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU), tes fisik, hingga tes matematika.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Peserta yang berhasil lolos seluruh tahapan nantinya akan mengikuti pelatihan secara tatap muka selama tiga bulan di balai pelatihan kerja. Seluruh biaya seleksi peserta dalam program tersebut akan ditanggung oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon.

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi berdasarkan pelaksanaan sebelumnya pada tahun 2025. Ia menyebut, jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia sejak awal pelaksanaan program.

“Pada program tahun 2025, pemerintah daerah menerima lebih dari 300 pendaftar dari kuota awal 130 orang,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 peserta menjalani proses pelatihan, namun 20 peserta memutuskan mengundurkan diri karena berbagai alasan, termasuk faktor kesehatan. Meski demikian, sebanyak 48 peserta asal Kabupaten Cirebon telah bekerja di Jepang, sementara sebagian lainnya masih menunggu proses wawancara keberangkatan.

Novi menuturkan program tersebut telah memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. Menurutnya, peserta yang bekerja di Jepang memperoleh penghasilan minimal sekitar Rp17 juta per bulan dengan masa kontrak kerja selama tiga tahun.

“Potensi remitansi devisa yang masuk ke Kabupaten Cirebon dari peserta program ini diperkirakan mencapai Rp29,3 miliar,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....