Darurat Sampah, Konsep Zero Waste Dinilai Penting Diterapkan di Cirebon

  • 19 Mei 2026 14:25 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Konsep zero waste management dinilai masih sangat penting diterapkan di Kabupaten Cirebon. Hal itu karena persoalan sampah di wilayah ini disebut masih berada dalam kondisi darurat.

Pemerhati Sosial dan Lingkungan sekaligus Anggota Kehormatan Clean Culture Community (C-3) Indonesia, Ajat Drajatullah, mengatakan status darurat sampah terlihat dari banyaknya laporan dan kondisi nyata di masyarakat. Menurutnya, volume sampah harian di Cirebon masih belum mampu tertangani secara maksimal.

“Kalau boleh jujur, Cirebon sendiri masih statusnya darurat sampah. Produksi sampah per hari bisa mencapai 1.200 sampai 1.300 ton, tetapi yang terangkut masih jauh dari kebutuhan,” kata Ajat kepada RRI, Sabtu, 16 Mei 2026.

Ia menjelaskan keterbatasan armada pengangkut menjadi salah satu penyebab utama persoalan sampah belum terselesaikan. Dari kebutuhan sekitar 120 armada, saat ini jumlah yang tersedia disebut baru memenuhi sekitar setengah dari kebutuhan.

Selain armada, jumlah kontainer sampah di Kabupaten Cirebon juga dinilai masih minim. Ajat menyebut kebutuhan kontainer mencapai sekitar 600 unit, sementara yang tersedia saat ini baru sekitar 450 unit.

“Karena keterbatasan armada dan kontainer, sampah yang seharusnya selesai setiap hari, akhirnya masih menumpuk di sejumlah titik. Kondisi ini yang membuat status darurat sampah masih melekat di Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Ajat menilai perlu adanya dukungan dari berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut, termasuk keterlibatan investor swasta. Menurutnya, investasi pengelolaan sampah dapat menjadi solusi apabila kebutuhan anggaran pemerintah belum mencukupi.

Ia menambahkan, investor yang akan terlibat disebut berencana mengintegrasikan pengelolaan sampah langsung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan sistem tersebut, sampah harian diharapkan dapat langsung diselesaikan sesuai volume produksi sampah di Kabupaten Cirebon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....