Desa Tambakbaya Jadi Simbol Kepedulian terhadap Penyandang Disabilitas Mental

  • 15 Mei 2026 16:19 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Perjuangan membebaskan warga pasung menjadi awal lahirnya gerakan kemanusiaan Rumah Antara Graha Berdaya Kuningan. Gerakan tersebut berupaya mengembalikan martabat penyandang disabilitas mental yang lama terisolasi dari kehidupan sosial masyarakat.

Ketua LKS Rumah Antara Graha Berdaya Kuningan, Lukman Mulyadi, mengatakan pengalaman lapangan mengubah pandangannya terhadap pemasungan. Menurutnya, banyak keluarga melakukan pemasungan karena merasa tidak memiliki pilihan lain untuk melindungi anggota keluarganya sendiri.

“Tapi saya memandangnya itulah bentuk kasih sayang supaya dia tidak pergi jauh, tidak usah mencari ke mana-mana,” ucapnya kepada RRI, Rabu, 13 Mei 2026. Ia menegaskan pendekatan kemanusiaan diperlukan agar keluarga mendapatkan dukungan sebelum mengambil keputusan ekstrem terhadap kerabatnya.

Lukman mengatakan salah satu penerima manfaat pertama ditemukan terpasung lebih sepuluh tahun dalam posisi duduk. Kondisi tersebut mendorong lahirnya layanan rehabilitasi sosial untuk membantu pemulihan fisik maupun psikologis penyintas pasung.

Menurutnya, pelepasan pasung hanyalah langkah awal sebelum proses panjang pemulihan dan reintegrasi sosial benar-benar dimulai. Pendampingan rutin dilakukan melalui terapi sosial, pengobatan, serta penguatan keluarga agar pemulihan berjalan lebih berkelanjutan.

“Kita yakinkan bahwa ini bisa pulih dan berdaya,” ujarnya. Ia menilai optimisme keluarga menjadi kunci penting untuk mendorong penyandang disabilitas mental kembali menjalani kehidupan normal.

Kini Desa Tambakbaya dikenal luas sebagai wilayah yang aktif mendukung gerakan bebas pasung bagi warganya. Perubahan tersebut menunjukkan kepedulian lokal mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan disabilitas mental tingkat akar rumput.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....