BPS Kota Cirebon Sebut Konsumsi Lebaran Dongkrak Ekonomi Triwulan I

  • 14 Mei 2026 18:43 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Momentum Ramadan dan Idulfitri dinilai menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan I. Peningkatan konsumsi masyarakat selama hari besar keagamaan membuat aktivitas ekonomi bergerak lebih tinggi dibanding periode biasa.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Cirebon, Samiran, mengatakan fenomena tersebut sering disebut sebagai “bonus kalender”. Menurutnya, pergeseran waktu Ramadan dan Idulfitri dalam kalender masehi memengaruhi pola konsumsi masyarakat setiap tahun.

“Ketika Ramadan dan Idulfitri, konsumsi masyarakat cenderung meningkat karena ada tambahan pendapatan seperti THR dan bonus lainnya,” kata Samiran kepada RRI Selasa, 12 Mei 2026. Kondisi tersebut mendorong masyarakat lebih banyak membelanjakan uang untuk kebutuhan makanan, transportasi, hingga berbagai kebutuhan lainnya.

Ia menjelaskan sektor transportasi juga mengalami peningkatan signifikan selama periode mudik Lebaran. Selain itu, konsumsi makanan selama Ramadan tetap tinggi karena masyarakat menyiapkan kebutuhan berbuka puasa dan hari raya.

Samiran juga menyoroti tingginya konsumsi rokok masyarakat di Kota Cirebon. Berdasarkan data BPS, rata-rata konsumsi rokok mencapai sekitar 11 batang per pekan per kapita dengan nilai pengeluaran sekitar Rp17 ribu per minggu.

“Nilai konsumsi rokok masyarakat diperkirakan mencapai sekitar Rp121 miliar dan cenderung tetap tinggi meskipun harga rokok naik,” ujarnya. Ia menyebut sebagian perokok justru mengurangi pengeluaran lain agar konsumsi rokok tetap terpenuhi.

Selain konsumsi rumah tangga, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi investasi dan belanja pemerintah. Program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut turut memberikan kontribusi terhadap pergerakan ekonomi meski nilainya tidak sebesar konsumsi masyarakat.

Samiran menilai investasi juga berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi selama mampu menghasilkan aktivitas usaha. Menurutnya, investasi yang produktif dapat menciptakan barang dan jasa sehingga mendukung kebutuhan konsumsi masyarakat serta memperkuat ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....