The Jak Mania dan Bobotoh Kuningan Sepakat Berdamai usai Insiden
- 14 Mei 2026 09:02 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Kepolisian Resor Kuningan mempertemukan perwakilan suporter Persib Bandung dan Persija Jakarta setelah terjadinya gesekan antarpendukung sepak bola di wilayah Kabupaten Kuningan. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Gedung Tatag Trawang Polres Kuningan pada Senin, 11 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 15.09 WIB itu dihadiri jajaran kepolisian, unsur TNI, serta perwakilan sejumlah komunitas suporter. Di antaranya Viking Distrik Kuningan (VDK), The Jak Mania Kuningan, Bobotoh Kuningan (BOBOKU), dan komunitas suporter lainnya.
Kasi Humas Polres Kuningan AKP Mugiono mengatakan seluruh pihak diminta menjaga kondusivitas. Ia juga mengimbau agar tidak mudah terpancing provokasi setelah insiden yang terjadi sebelumnya.
“Kami percaya setiap pelaksanaan nonton bareng selama ini berjalan aman dan kondusif. Namun kejadian kemarin harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Perbedaan dukungan jangan dijadikan sebagai masalah besar, mari kita tetap rukun dan menjaga situasi tetap damai,” kata Mugiono dalam keterangan persnya, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut dia, besarnya jumlah massa kedua kelompok suporter membuat situasi rawan. Situasi tersebut dikhawatirkan dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk memicu konflik.
“Viking dan The Jak Mania ini komunitas besar. Sangat mudah bagi pihak luar untuk menyusupi dan mengadu domba. Karena itu jadilah suporter yang bijak dan tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.
Mugiono mengajak seluruh suporter mendukung klub masing-masing secara positif. Ia menegaskan hal itu penting untuk menjaga iklim sepak bola nasional tetap sehat.
“Mari kita dukung tim kebanggaan masing-masing dengan cara yang baik, sehingga bisa menciptakan suasana positif dan berdampak pada kualitas persepakbolaan Indonesia. Jaga kondusivitas, jaga nama baik Kuningan dan bangsa ini,” ucapnya menuturkan.
Sementara itu, Satreskrim Polres Kuningan memastikan proses hukum terkait kasus tersebut tetap berjalan dengan memeriksa korban dan sejumlah saksi. Polisi juga membuka peluang penyelesaian melalui pendekatan restorative justice apabila kedua pihak mencapai kesepakatan.
Dalam pertemuan tersebut, The Jak Mania Kuningan menyatakan siap bertanggung jawab atas kerugian materiil dan biaya pengobatan korban. Komitmen itu dilakukan dengan berkoordinasi bersama pengurus The Jak Mania Cirebon.
Kedua kelompok suporter juga menandatangani surat pernyataan bersama. Isi pernyataan tersebut berkomitmen menjaga perdamaian dan kondusivitas di Kabupaten Kuningan.
Salah satu poin kesepakatan menyebut rivalitas hanya berlangsung selama 90 menit pertandingan. Di luar lapangan, seluruh suporter diminta tetap menjaga persaudaraan sebagai sesama warga negara.
Mereka juga sepakat tidak terprovokasi pascakejadian, membentuk forum komunikasi rutin antar suporter, serta menghindari penyebaran konten provokatif dan ujaran kebencian di media sosial. Selama proses berlangsung, situasi berjalan aman dan tertib. Polisi berharap kesepakatan itu menjadi langkah awal menjaga hubungan harmonis antar suporter sepak bola di Kuningan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....