Jangan Generalisasi Pesantren, Kemenag Cirebon Kecam Kekerasan Santri
- 12 Mei 2026 21:22 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kasus dugaan kekerasan seksual lingkungan pesantren diminta tidak menghapus kontribusi besar pesantren terhadap pendidikan karakter bangsa. Masyarakat diharapkan tetap objektif melihat keberadaan pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis pembinaan moral generasi muda Indonesia.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H. Slamet, S.Ag., M.Pd, menilai pesantren memiliki peran sangat penting nasional. Menurutnya, pesantren selama ini menjadi salah satu pengawal utama pendidikan karakter masyarakat berbagai daerah Indonesia berkelanjutan.
“Pesantren ini adalah pengawal utama pendidikan karakter,” katanya kepada RRI pada Selasa, 12 Mei 2026. Ia menegaskan kasus tertentu tidak seharusnya membuat masyarakat menggeneralisasi seluruh pesantren memiliki perilaku negatif serupa.
Slamet mengatakan tindakan kekerasan terhadap santri tetap tidak dapat dibenarkan dalam kondisi maupun alasan apa pun. Menurutnya, tindakan tersebut melanggar aturan hukum sekaligus merusak masa depan peserta didik lingkungan pesantren setempat.
Ia juga mendukung aparat penegak hukum menangani kasus kekerasan seksual secara adil sesuai ketentuan yang berlaku saat ini. Langkah tersebut dinilai penting menjaga rasa keadilan sekaligus melindungi korban dari dampak berkepanjangan kehidupan sosial nantinya.
“Saya sangat menyesalkan tindakan tersebut,” ujarnya menegaskan. Ia berharap proses hukum berjalan transparan agar memberikan efek jera terhadap pelaku kekerasan lingkungan pendidikan pesantren.
Kementerian Agama Kabupaten Cirebon juga terus mendorong penguatan pembinaan serta pengawasan internal lingkungan pesantren daerah setempat. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang belajar aman, nyaman serta ramah bagi seluruh santri Kabupaten Cirebon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....