Viral Pengeroyokan Remaja, Bupati Kuningan Desak Polisi Tangkap Pelaku
- 11 Mei 2026 21:42 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Video dugaan pengeroyokan terhadap seorang remaja di Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, viral di media sosial. Remaja berinisial FNH disebut menjadi korban kekerasan saat melintas di tengah iring-iringan konvoi yang diduga melibatkan oknum suporter sepak bola.
Peristiwa itu terjadi ketika korban sedang pergi membeli bensin dan kebutuhan rumah tangga di sekitar SPBU Cilimus. Berdasarkan keterangan keluarga, korban tiba-tiba diserang oleh sejumlah orang yang melintas dalam rombongan konvoi.
Korban disebut sempat ditendang dan dipukul menggunakan helm hingga mengalami luka di bagian kepala, tangan, dan punggung. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan sehingga korban tidak mengalami luka lebih parah.
Sepeda motor milik korban juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut. Kasus itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kuningan karena korban masih di bawah umur.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan segera menangkap para pelaku. “Sepak bola seharusnya menjadi hiburan dan pemersatu, bukan alasan melakukan tindakan kekerasan,” kata Dian di rumah korban, Senin, 11 Mei 2026.
Ia juga meminta aparat keamanan bertindak tegas terhadap kegiatan konvoi maupun nonton bareng yang berujung kericuhan di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan yang mengganggu ketertiban umum tidak boleh dibiarkan terus berulang.
Peristiwa tersebut kembali memunculkan perhatian terhadap maraknya konvoi suporter yang kerap memicu gangguan keamanan di jalan raya. Sejumlah warga menilai pengawasan terhadap aktivitas konvoi masih lemah sehingga berpotensi membahayakan masyarakat yang tidak terlibat.
Sementara itu, pihak keluarga korban berharap pelaku segera ditangkap dan diproses hukum agar kejadian serupa tidak kembali menimpa warga lain. Mereka juga meminta perlindungan terhadap anak-anak dan masyarakat yang melintas di lokasi kejadian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....