Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Jadi Upaya Cegah Kekerasan di Lingkungan Pendidika
- 11 Mei 2026 16:40 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah terus mendorong terciptanya budaya sekolah aman dan nyaman guna mencegah kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan. Program tersebut kini menjadi bagian dari penguatan perlindungan anak di sekolah, madrasah, dan pesantren.
Ketua Tim Kerja Pemenuhan Hak Anak di Bidang Perlindungan Anak DP3APPKB Kota Cirebon, dr. Dian Novitasari Hidayat mengatakan, secara substansi program tersebut merupakan kelanjutan dari program sekolah ramah anak yang telah berjalan sebelumnya. Perbedaannya hanya terletak pada penyesuaian kebijakan dan istilah.
Menurutnya, langkah awal yang dilakukan dalam program tersebut adalah memberikan pemahaman kepada seluruh pihak di lingkungan pendidikan. Sosialisasi dilakukan agar sekolah memahami pentingnya perlindungan anak serta pencegahan kekerasan.
| Baca juga: Bangunan SDN 2 Tugu Sliyeg Indramayu Ambruk |
“Terkait dengan program sekolah ramah anak maupun pesantren dan madrasah ramah anak ini memang yang pertama kami lakukan adalah pastinya sosialisasi terlebih dahulu,” ujarnya saat dihubungi RRI pada Senin 11 Mei 2026.
Setelah sosialisasi, sekolah maupun pesantren diminta melakukan deklarasi komitmen bersama. Komitmen tersebut menjadi dasar pelaksanaan berbagai poin perlindungan anak di lingkungan satuan pendidikan.
Selain deklarasi, setiap sekolah juga diminta membentuk tim pencegahan kekerasan. Tim tersebut bertugas melakukan pengawasan sekaligus penanganan awal apabila ditemukan dugaan tindak kekerasan di lingkungan sekolah.
“Di satuan pendidikan itu ada tim untuk pencegahan kekerasan. Kalau sekarang sesuai kebijakan baru menjadi budaya sekolah aman dan nyaman,” katanya.
Ia menjelaskan, perubahan istilah tersebut tidak mengubah tujuan utama program. Fokus utamanya tetap pada upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari tindak kekerasan dan intimidasi terhadap anak.
Ia berharap seluruh unsur di lingkungan pendidikan dapat terlibat aktif dalam pelaksanaan program tersebut. Keterlibatan guru, tenaga kependidikan, hingga siswa dinilai penting agar pengawasan berjalan optimal.
Menurutnya, budaya sekolah aman dan nyaman harus dibangun bersama sebagai tanggung jawab kolektif. Dengan lingkungan pendidikan yang aman, anak-anak dapat belajar dengan lebih tenang dan nyaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....