Gerakan Nelayan Pantura Soroti Dampak BBM terhadap Ekonomi Pesisir
- 10 Mei 2026 17:22 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu – Gerakan Nelayan Pantura meminta pemerintah segera mengambil langkah menghadapi lonjakan harga bahan bakar nelayan saat ini. Permintaan tersebut disampaikan setelah banyak kapal nelayan mulai berhenti beroperasi akibat tingginya biaya melaut harian.
Ketua Gerakan Nelayan Pantura, Kajidin, menyebut pihaknya telah menyampaikan keluhan langsung kepada kementerian terkait sebelumnya. Ia mengatakan pertemuan tersebut membahas kemungkinan penyediaan bahan bakar khusus nelayan dengan harga lebih terjangkau.
“Sampai sekarang belum ada solusi,” ucapnya kepada RRI pada Jumat, 8 Mei 2026. Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak nelayan semakin kesulitan menjalankan aktivitas penangkapan ikan setiap harinya.
Ia menjelaskan sejumlah nelayan wilayah Rembang, Pati, hingga Juana telah melakukan aksi menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Aksi tersebut bertujuan mendorong pemerintah segera menghadirkan kebijakan mengurangi dampak kenaikan harga bahan bakar nelayan.
Kajidin mengatakan sekitar lima puluh kapal purse seine (kapal untuk jenis alat tangkap/jaring) terpaksa berhenti beroperasi akibat keterbatasan pasokan bahan bakar melaut. Menurutnya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena berdampak langsung terhadap penghasilan masyarakat pesisir wilayah Pantura.
“Jadi secara otomatis kita berhenti total kan teman-teman nelayan,” katanya. Ia berharap pemerintah segera menghadirkan kebijakan penyesuaian harga agar aktivitas ekonomi nelayan tetap berjalan normal.
Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar seharusnya diimbangi peningkatan harga ikan demi menjaga keseimbangan pendapatan nelayan. Ia menilai langkah tersebut penting agar nelayan tetap mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....