Ratusan Siswa SD Cigugur Adu Hafalan Al-Qur’an
- 09 Mei 2026 13:04 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, menggelar kegiatan Tasmi Al-Qur’an Angkatan Ke-2 sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter bagi siswa sekolah dasar di tengah derasnya pengaruh era digital.
Kegiatan yang berlangsung melalui program ISMAYA atau Inspirasi Teman Sebaya itu diikuti 108 siswa pilihan dari berbagai sekolah dasar di Kecamatan Cigugur. Jumlah peserta tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan pelaksanaan perdana yang hanya melibatkan 50 peserta.
Ketua KKG PAI Cigugur sekaligus Ketua Panitia, Peri Hardianto, mengatakan, program tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membangun karakter dan keteladanan di lingkungan pergaulan siswa.
“Anak-anak sekarang menghadapi tantangan pergaulan dan pengaruh digital yang sangat besar. Karena itu, pendekatan yang kami lakukan melalui ISMAYA adalah menghadirkan inspirasi dari teman sebayanya sendiri,” ujar Peri saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu 9 Mei 2026.
Menurut dia, siswa yang memiliki kebiasaan baik dan mencintai Al-Qur’an diharapkan mampu menjadi contoh positif bagi teman-temannya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Tasmi tidak hanya menjadi ajang penyetoran hafalan, tetapi juga melatih kualitas bacaan Al-Qur’an, ketepatan makharijul huruf, hingga membangun rasa percaya diri peserta melalui metode simakan terbuka.
Selain itu, program tersebut diarahkan untuk menanamkan disiplin dan integritas diri sebagai bagian dari penguatan karakter siswa sejak usia dini.
Salah seorang peserta mengaku termotivasi mengikuti kegiatan tersebut karena dukungan dari teman-temannya.
“Awalnya saya gugup, tetapi melihat teman-teman lain semangat, saya jadi ikut termotivasi. Saya ingin menunjukkan kalau menghafal Al-Qur’an itu menyenangkan,” kata peserta tersebut.
Peri menambahkan, keberhasilan pendidikan karakter tidak dapat dilakukan sekolah secara sendiri. Menurut dia, dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak mulai dari guru, orang tua, pemerintah desa, hingga Dinas Pendidikan agar pembinaan moral siswa berjalan berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi gerakan bersama dalam membentuk generasi muda yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan spiritualitas yang kuat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....