Dishub Kabupaten Cirebon Ajak Warga Daftar KIR via Aplikasi DIUJIKEN
- 06 Mei 2026 17:54 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan masyarakat mengenai tersendatnya antrean pengujian kendaraan bermotor atau KIR yang viral di media sosial. Kepala Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon Diyanto, menjelaskan kendala tersebut murni disebabkan oleh gangguan teknis pada sistem aplikasi pelayanan Blue Fullcycl.
Meski sistem digital mengalami gangguan atau error, ia menegaskan bahwa operasional pelayanan kepada masyarakat tidak dihentikan sama sekali. Sebagai solusi dan langkah antisipasi, tim lapangan segera beralih menggunakan sistem manual agar pelayanan tetap berjalan maksimal.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan akibat gangguan sistem yang membuat antrean tersendat. Namun, kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal. Saat jaringan eror, siasat kami adalah beralih ke sistem manual," ujar Diyanto pada Rabu, 6 Mei 2026.
Langkah manual tersebut diambil sebagai bentuk diskresi agar warga yang datang dari jauh tidak kecewa atau terhambat urusan administrasinya. Diyanto juga membantah keras adanya tudingan bahwa pihaknya menolak melayani masyarakat hanya karena kendala teknis tersebut.
Menanggapi rekaman video yang beredar memperlihatkan kondisi kantor yang terlihat sepi, ia menjelaskan momen tersebut diambil saat waktu pelayanan sudah beranjak siang. Pada jam tersebut, kepadatan antrean memang sudah mulai berkurang secara alami sesuai dengan pola pelayanan.
"Tidak ada pelayanan yang kami tolak. Kami tegaskan, meski jaringan tidak bisa dipaksakan saat sedang gangguan, petugas di lapangan tetap melayani sepenuh hati secara manual agar proses pengujian kendaraan tetap berjalan," ujarnya.
Untuk memudahkan masyarakat dan memecah antrean fisik, Dishub sebenarnya telah menyediakan layanan pendaftaran daring melalui aplikasi DIUJIKEN. Aplikasi ini sudah tersedia di Google Play Store dan dapat diunduh serta diakses melalui gawai masing-masing.
Penggunaan aplikasi ini dinilai sangat praktis karena menggunakan bahasa Indonesia yang sederhana dengan panduan tahapan yang jelas dan mudah dipahami. Masyarakat pun bisa mendaftar dari rumah serta mengatur jadwal pengujian dengan lebih pasti dan teratur.
Melalui transparansi dan langkah antisipasi ini, Dishub berharap masyarakat dapat tetap tenang dan tertib mengikuti prosedur yang berlaku. Sinergi antara sistem digital dan manual diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jalan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....