PGRI Kota Cirebon Apresiasi Peran Komunitas dalam Pendidikan Inklusif
- 06 Mei 2026 14:21 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon — Ketua PGRI Kota Cirebon, Eka Novianto, M.Pd., mengapresiasi meningkatnya partisipasi masyarakat melalui komunitas dan relawan pendidikan yang dinilai menjadi penguat semangat kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan bermutu. Hal itu disampaikannya dalam Dialog Cirebon Menyapa edisi Senin, 4 Mei 2026.
Ia menilai kehadiran komunitas dan relawan yang peduli terhadap dunia pendidikan menjadi energi positif sekaligus pemacu bagi para guru untuk terus berkontribusi lebih aktif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. “Kami tentu sangat berterima kasih sekali dengan banyaknya munculnya komunitas-komunitas, relawan-relawan yang memang peduli pendidikan, yang mau berkecimpung di dunia pendidikan, ini menjadi penyemangat tersendiri bagi kami,” ujarnya kepada RRI Rabu 6 Mei 2026.
Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan semakin meningkat, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah dan tenaga pendidik. Ia juga mendorong agar kolaborasi antara relawan, organisasi profesi, dan sekolah dapat terus diperkuat, terutama dalam mendukung proses pembelajaran sesuai dengan keahlian masing-masing pihak.
“Tidak ada salahnya ketika mereka memiliki kemampuan dalam hal tertentu yang bisa mendukung proses pembelajaran, bisa berkolaborasi dengan kami untuk bisa bersama-sama kita belajar,” katanya.
Selain itu, Eka menyampaikan bahwa PGRI juga terus berupaya meningkatkan kapasitas guru, salah satunya melalui pelatihan public speaking agar guru tidak hanya mampu mengajar di kelas, tetapi juga percaya diri saat berinteraksi dengan masyarakat luas. “Kita ingin melatih itu, sehingga guru itu jadi matang, bisa menghadapi berbagai situasi,” ucapnya.
Pada momentum Hari Pendidikan Nasional, ia mengajak seluruh guru untuk tetap optimis dan semangat dalam menjalankan peran strategisnya. Meskipun diakui masih terdapat berbagai tantangan dan kekecewaan di tingkat pusat terkait peringatan Hardiknas.
“Kami mengajak kepada teman-teman guru untuk tetap optimis, karena bagaimanapun juga nasib bangsa ke depannya salah satunya berada di tangan kita, dan dengan gotong royong kita bisa mewujudkan sekolah inklusi yang mencerdaskan, memanusiakan manusia, serta melahirkan generasi yang berkarakter,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....