Ekspor Cirebon Tumbuh Positif, meski Tantangan Industri masih Membayangi
- 06 Mei 2026 11:40 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Di balik tren kenaikan ekspor Kabupaten Cirebon, terdapat sejumlah tantangan yang masih dihadapi pelaku industri. Fluktuasi pada beberapa komoditas menjadi catatan penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekspor.
Data Disperdagin menunjukkan nilai ekspor meningkat dari 354,59 juta dolar AS pada 2023 menjadi 432,05 juta dolar AS pada 2025. Salah satu komoditas utama, rotan dan furnitur, mengalami lonjakan signifikan pada 2024 sebelum mengalami penurunan pada 2025.
Nilai ekspor yang sebelumnya mencapai 156,97 juta dolar AS turun menjadi 126,84 juta dolar AS. Penurunan tersebut terjadi setelah adanya peningkatan pada tahun sebelumnya.
Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Suhartono, mengakui adanya tantangan dalam rantai pasok industri. “Memang ada dampak dari bahan baku impor, tetapi tidak terlalu signifikan terhadap kinerja ekspor,” katanya dikutip dari rilis Pemkab Cirebon Senin, 4 Mei 2026.
Ketergantungan pada bahan baku impor, khususnya untuk kebutuhan finishing seperti pernis berbasis minyak bumi, masih menjadi kendala. Hal ini berpotensi memengaruhi biaya produksi serta daya saing produk di pasar internasional.
Meski demikian, sektor tekstil menunjukkan tren yang lebih stabil dibandingkan komoditas lainnya. Nilai ekspor tekstil terus meningkat dari 63,15 juta dolar AS pada 2023 menjadi 93,59 juta dolar AS pada 2025.
Ia menegaskan bahwa fluktuasi yang terjadi tidak mengubah arah tren ekspor secara keseluruhan. “Secara umum kinerja ekspor kita menunjukkan tren yang terus menguat dalam tiga tahun terakhir,” ujarnya.
Peningkatan jumlah pelaku industri turut menjadi faktor penopang di tengah berbagai tantangan yang ada. Pemerintah daerah terus mendorong efisiensi dan inovasi untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekspor ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....