Jenazah Anak Hanyut di Sungai Kriyan Ditemukan

  • 06 Mei 2026 09:53 WIB
  •  Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Setelah dilakukan upaya pencarian secara intensif selama dua hari, korban anak hanyut di Sungai Kriyan akhirnya ditemukan pada hari ketiga, Rabu, 6 Mei 2026 pagi. Korban diketahui bernama Afandi Akbar (10 tahun), warga RW 02 Mandalangan, Kelurahan Kesepuhan, dan jenazahnya ditemukan di pesisir Pantai Kesunean.

Dalam proses evakuasi tersebut, Babinsa Kelurahan Kesepuhan Serka Tuhardi turut terjun langsung bersama tim gabungan. Unsur yang terlibat meliputi TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, serta personel kelurahan dan kecamatan setempat.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim Inafis Polres Cirebon Kota, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan kesepakatan pihak keluarga, jenazah kemudian diserahkan untuk dimakamkan di TPU Cibetok Gambirlaya Selatan.

Danramil 1403/Lemahwungkuk Kapten Arh Hotas Manalu turut hadir di lokasi dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan yang telah bekerja maksimal hingga korban berhasil ditemukan.

Sementara itu, Serka Tuhardi mengungkapkan bahwa kehadirannya di lapangan merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu masyarakat. Ia berharap keluarga diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah yang menimpa.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih saat kondisi cuaca tidak menentu,” ujar Babinsa.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terlebih pada kondisi cuaca yang tidak menentu. Para orang tua juga diimbau untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak demi mencegah hal serupa terjadi.

Dengan sinergi yang baik antara aparat dan masyarakat, diharapkan potensi bahaya di lingkungan sekitar dapat diminimalisir. Keselamatan bersama menjadi prioritas utama, terutama di wilayah yang rawan bencana seperti bantaran sungai.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....