RTIK dan PGRI Ligung Majalengka Dorong Transformasi Pembelajaran Berbasis AI

  • 06 Mei 2026 09:19 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Jawa Barat bersama RTIK Majalengka dan PGRI Cabang Kecamatan Ligung menggelar workshop daring bertajuk Pengembangan Prompt AI untuk Pembelajaran. Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif bagi para pendidik untuk memperdalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence dalam proses belajar mengajar.

Workshop menghadirkan Ketua PGRI Cabang Ligung, Noto Susanto, sebagai keynote speaker, serta dua narasumber dari RTIK Majalengka. Mereka adalah Ilyas Hilmi dari bidang Litbang dan SDM, serta Momon Abdul Rahman dari bidang Kemitraan dan Legal.

Noto Susanto menegaskan bahwa guru masa kini tidak hanya dituntut melek teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikannya secara bijak dalam pembelajaran. Menurutnya, pemanfaatan AI harus diarahkan untuk menciptakan metode belajar yang lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Ia menilai, workshop ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kompetensi digital tenaga pendidik, sekaligus memperkuat komitmen transformasi pendidikan berbasis teknologi. "Dengan kemampuan tersebut, guru diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan berkualitas bagi peserta didik," ujarnya, Rabu, 6 Mei 2026.

Dukungan juga disampaikan Ketua RTIK Majalengka, M. Abduh Nugraha. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada pengembangan karakter.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan moral serta keterampilan hidup. Abduh menyatakan kesiapan RTIK untuk terus berkontribusi sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Melalui berbagai program literasi digital, RTIK berkomitmen menghadirkan pelatihan dan pendampingan bagi para guru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Lebih lanjut, RTIK Majalengka juga membuka peluang kemitraan dengan berbagai instansi, tidak terbatas pada sektor pemerintahan, dalam upaya memperluas jangkauan literasi digital.

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan generasi muda yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Melalui sinergi antara RTIK dan PGRI diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya inovasi pendidikan yang berkelanjutan, sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045 serta pembangunan daerah yang lebih maju, khususnya di Majalengka.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....