BPS Rilis Inflasi Bulanan, Ini Dampaknya

  • 05 Mei 2026 17:02 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Badan Pusat Statistik (BPS) secara rutin merilis data inflasi sebagai indikator penting kondisi ekonomi. Rilis tersebut dilakukan setiap bulan baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk indeks harga konsumen seperti Kota Cirebon.

JFT Staf Ahli Muda Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon, Ujang Mauludin, S.ST., M.Si menjelaskan bahwa proses pengumpulan data dilakukan secara berkala. “Rilis inflasi dilakukan setiap bulan setelah pengumpulan data harga melalui survei mingguan, dua mingguan, dan bulanan,” ujarnya kepada RRI Selasa, 5 April 2026.

Inflasi sendiri merupakan indikator yang menunjukkan kenaikan harga barang dan jasa dalam periode tertentu. Sebaliknya, penurunan harga dalam periode yang sama disebut sebagai deflasi.

Dalam penghitungan inflasi, BPS mengamati ratusan komoditas yang tersebar dalam berbagai kelompok pengeluaran. Perubahan harga tersebut dihitung berdasarkan indeks harga konsumen dari periode sebelumnya ke periode berikutnya.

Menurut Ujang, komoditas pangan menjadi kelompok yang paling rentan mengalami fluktuasi harga. “Komoditas makanan dan minuman sering mengalami perubahan harga karena dipengaruhi pasokan dan distribusi,” katanya.

Ia menambahkan, Kota Cirebon sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah sehingga distribusi menjadi faktor krusial. Kenaikan biaya transportasi, termasuk akibat kenaikan BBM, dapat memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

BPS juga mencatat bahwa pada April 2026 Kota Cirebon mengalami deflasi sebesar 0,06 persen secara bulanan. Sementara secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 2,76 persen dan masih dalam batas terkendali.

Ujang menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga melalui pengendalian inflasi. “Pengendalian dilakukan agar inflasi tetap stabil dan tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah bagi masyarakat,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....