Koordinasi EMIS-GTK 2026 Kabupaten Cirebon Tekankan Akurasi Data

  • 04 Mei 2026 17:07 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Kegiatan Koordinasi Teknis Pemutakhiran dan Implementasi Platform EMIS-GTK Tahun 2026 tingkat MAN Kabupaten Cirebon telah selesai dilaksanakan pada Jumat, 1 Mei 2026. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Cirebon, H. Jajang Badruzaman, menyatakan bahwa kegiatan ini menghasilkan pemetaan tugas yang jelas sekaligus menandai kesiapan transisi dari Simpatika ke EMIS GTK.

“Nanti tahun 2026 kita sudah mengucapkan perpisahan dengan Simpatika. Yang ada adalah EMIS Guru dan Tenaga Kependidikan, dan para operator harus sudah memahami itu,” katanya dikutip dari rilis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon.

Pada kegiatan ini berbagai persoalan teknis mengemuka, terutama terkait kualitas data. PIC Kurikulum dan Kesiswaan Bahrul Hayat, menyoroti masih adanya residu data siswa menjelang kelulusan.

“Residu itu bisa dibilang sebagai ‘dosa’ operator di masa lalu. Apa yang diinput tiga atau enam tahun lalu, hasilnya sekarang," ujarnya.

Menurutnya, hal ini sudah masuk fase penentuan, terutama untuk MA yang kelulusannya mulai 4 Mei. Ia menegaskan penggunaan Rapor Digital Madrasah (RDM) kini wajib, dengan batas penyelesaian administrasi ijazah hingga 31 Agustus 2026.

Sementara itu PIC EMIS BOS Deden Nurdianto menekankan pentingnya akurasi data sejak awal penginputan. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi kesalahan pada data dasar siswa.

“Ke depan jangan ada lagi kesalahan data siswa, baik NIK, nama, maupun tingkat. Karena dampaknya akan panjang dan harus diselesaikan oleh madrasah itu sendiri,” katanya.

Ia juga menegaskan kewajiban pengisian RDM secara riil. Selain itu juga menyangkut penyusunan R-KAM sebagai bagian dari tata kelola anggaran.

Sementara itu, dari sisi guru dan tenaga kependidikan, PIC EMIS GTK Akhmad Naufal melaporkan capaian positif. Sebanyak 1.686 guru madrasah di Kabupaten Cirebon telah lulus PPG dan 2.668 ajuan insentif guru non-ASN telah diproses.

“Ini menunjukkan peluang pengembangan karier guru di madrasah semakin terbuka. Tinggal memastikan data dan proses administrasinya berjalan dengan baik,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa kendala sistem akan terus ditangani oleh pengembang pusat. Penanganan tersebut dilakukan untuk memastikan sistem berjalan optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....