Pendidikan Inklusif Hadapi Tantangan Kompetensi Guru
- 04 Mei 2026 08:44 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kesiapan tenaga pendidik dalam mengelola pendidikan inklusif di daerah dinilai masih terbatas hingga saat ini. Hal ini menjadi tantangan dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Saifuddin mengatakan pengelolaan kelas inklusif membutuhkan kompetensi khusus. Ia menilai tenaga pendidik masih membutuhkan peningkatan kapasitas dalam menangani peserta didik berkebutuhan khusus.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan inklusif memerlukan pendekatan berbeda sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik. Namun, keterbatasan pelatihan dan pengalaman membuat guru masih kesulitan dalam implementasinya.
“Pengelolaan pendidikan inklusif membutuhkan kompetensi khusus yang belum sepenuhnya dimiliki tenaga pendidik di daerah,” katanya kepada RRI. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu, 3 Mei 2026.
Menurutnya, sekolah inklusi perlu dikembangkan secara bertahap melalui program percontohan di setiap wilayah. Hal ini bertujuan untuk memastikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dapat berjalan optimal.
Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi juga menghadapi tantangan serupa dalam menerima mahasiswa berkebutuhan khusus. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara menyeluruh.
“Sekolah inklusi perlu dikembangkan sebagai pilot project. Hal itu dilakukan agar layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus lebih optimal,” ucapnya.
Dengan penguatan kompetensi tenaga pendidik, diharapkan pendidikan inklusif dapat berjalan lebih efektif. Hal ini penting untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang setara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....