IPNU Desak Penangkapan Pelaku Dugaan Cabul Siswa SMP

  • 01 Mei 2026 20:34 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu - Puluhan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Perempuan Nahdlatul Ulama (IPPNU) melakukan aksi mendesak agar pelaku dugaan cabul terhadap puluhan siswa SMP segera ditangkap. Aksi tersebut berlangsung pada Jumat siang, 1 Mei 2026, dengan mendatangi Mapolres Indramayu.

Dalam aksi tersebut, massa IPNU dan IPPNU mendesak agar pelaku berinisial (Y) segera ditangkap. Mereka menilai penanganan kasus harus dilakukan secara cepat dan tegas oleh pihak kepolisian.

IPDA Ragil Zaini Firdaus, S.H., Kanit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Indramayu, menjelaskan di hadapan massa aksi terkait perkembangan kasus tersebut. "Pihak kepolisian telah menetapkan inisial Y sebagai tersangka, dan masuk dalam daftar pencarian orang, kini petugas masih melakukan pencarian dan doakan saja agar secepatnya bisa tertangkap," ujar Ipda Ragil.

Usai melakukan aksi di Mapolres Indramayu, massa kemudian bergerak menuju Kantor Bupati Indramayu. Namun, mereka hanya dapat menyampaikan aspirasi hingga pintu gerbang yang dijaga ketat aparat kepolisian.

Orasi berlangsung cukup tertib dengan tuntutan agar pemerintah daerah turut hadir dalam penyelesaian kasus tersebut. IPNU dan IPPNU meminta agar proses penanganan dilakukan secara cepat dan tidak bertele-tele.

"Kami meminta Pemerintah daerah untuk hadir dalam persoalan ini, dan bertindak cepat tidak bertele-tele," ucap Zenit Brilian Baskara, Ketua PC IPNU Indramayu dalam orasinya. Massa aksi menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam penanganan kasus tersebut.

Hadir dalam aksi tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu (Disdikbud), H. Caridin, S.Pd., M.Si., serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Iman Sulaeman, ST., M.Pd. Keduanya memberikan pembinaan kepada para guru dan siswa agar tetap melanjutkan kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

"Kami hadir mewakili Pemkab melalui Disdikbud dan DP3A memonitoring setiap perkembangan dan melakukan pendampingan serta memberi motivasi agar tetap melanjutkan kegiatan belajar mengajar seperti biasa," kata Caridin di hadapan massa aksi. Sementara itu, DP3A mengecam keras perbuatan pelaku dan mendorong kepolisian untuk segera melakukan penangkapan.

"DP3A dalam hal ini terus melakukan pendampingan terutama 7 siswa baik di kepolisian maupun kepentingan rumah sakit," ujar Iman. Di penghujung aksi, para pelajar memberikan apresiasi kepada para narasumber yang mewakili Pemkab atas penjelasan yang disampaikan.

Massa aksi kemudian membubarkan diri secara tertib setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Aksi berlangsung kondusif dengan pengamanan aparat kepolisian di lokasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....