Hari Buruh Internasional, KSPSI Kuningan Santuni Anak Yatim

  • 01 Mei 2026 18:19 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Kuningan tidak hanya diisi dengan penyampaian aspirasi, tetapi juga kegiatan sosial. Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kabupaten Kuningan menggelar santunan bagi anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Ketua DPC KSPSI Kabupaten Kuningan, Dani Ramdani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menegaskan bahwa gerakan buruh tidak semata soal tuntutan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial. “Kami ingin momentum May Day ini tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan hak buruh, tetapi juga sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim piatu,” ujar Dani kepada RRI Cirebon, Jumat, 1 Mei 2026.

Ia menyebutkan santunan diberikan kepada puluhan anak yatim piatu yang berasal dari sejumlah yayasan di wilayah Kuningan. Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur Polres Kuningan, Kodim 0615/Kuningan, serta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami berharap apa yang diberikan bisa sedikit meringankan beban dan memberikan kebahagiaan bagi anak-anak,” katanya. Selain penyerahan santunan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar para pekerja di Kuningan semakin sejahtera dan solid.

Dani menambahkan kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momentum May Day. Menurutnya, hal tersebut penting agar nilai kepedulian sosial tetap terjaga di tengah dinamika perjuangan buruh.

“Kami ingin kehadiran KSPSI bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, tidak hanya oleh buruh, tetapi juga oleh lingkungan sekitar,” ucapnya. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pekerja dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun solidaritas sosial di daerah.

Kegiatan May Day di Kuningan tahun ini pun menjadi refleksi bahwa peringatan Hari Buruh dapat diisi dengan aktivitas yang lebih humanis. Sekaligus memperkuat hubungan antara organisasi buruh dan masyarakat luas melalui aksi nyata di lapangan.




Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....