Wisuda STIKes KHAS Kempek, Menag Ingatkan Peran Kemanusiaan Tenaga Medis
- 30 Apr 2026 19:41 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya nilai kemanusiaan dan spiritual sebagai panduan utama dalam dunia profesional, khususnya bagi lulusan bidang kesehatan. Pesan tersebut disampaikan saat Orasi Kebangsaan dalam Sidang Terbuka Wisuda Sarjana ke-II STIKes KHAS Kempek di Swiss-Belhotel Cirebon, Kamis 30 April 2026.
Di hadapan 65 wisudawan program studi kesehatan, Menag menekankan bahwa lulusan tidak cukup hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga harus menghadirkan nilai kemanusiaan dan spiritual dalam praktik profesinya.
“Wisuda ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan pengabdian. Momentum ini menandai perpindahan dari proses belajar menuju tanggung jawab mengamalkan ilmu di tengah kehidupan nyata,” katanya dikutip dari Rilis Kementerian Agama Jawa Barat.
Menurutnya para profesional kesehatan perlu menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam menjalankan pengabdian. Hal ini dinilai penting agar layanan kesehatan tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan secara utuh.
Ia juga menyoroti peran strategis lulusan bidang kesehatan seperti gizi dan farmasi dalam menjawab berbagai persoalan di masyarakat, mulai dari stunting hingga keterbatasan akses layanan kesehatan. Peran tersebut dinilai sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Seorang ahli gizi bukan hanya menghitung kalori, tetapi menjaga kualitas hidup manusia. Demikian juga tenaga farmasi, bukan sekadar meracik obat, tetapi memastikan keselamatan dan kesembuhan,” ujarnya.
Dalam konteks perkembangan teknologi kesehatan, ia juga mengingatkan agar kemajuan seperti kecerdasan buatan dan big data tidak menggeser nilai empati dalam pelayanan. Ia menegaskan bahwa dimensi kemanusiaan harus tetap menjadi prioritas dalam setiap praktik medis.
“Jangan sampai kita pintar membaca data, tetapi lupa membaca penderitaan manusia. Dalam Islam, menyembuhkan bukan hanya tindakan medis, tetapi juga tindakan spiritual,” katanya.
Lebih lanjut, Menag menilai model pendidikan berbasis pesantren yang dikembangkan STIKes KHAS Kempek menjadi keunggulan tersendiri. Integrasi antara ilmu modern dan pembinaan akhlak dinilai mampu melahirkan tenaga kesehatan yang kompeten sekaligus berintegritas.
Sementara itu, Ketua Yayasan KHAS Kempek, Muh. Mustofa Aqiel Sirodj, menyampaikan bahwa sistem pendidikan di lingkungan pesantren dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kompetensi akademik dan pembentukan karakter mahasiswa. “Mahasiswa kami tidak hanya dituntut menjadi sarjana yang cerdas, tetapi juga tetap menjaga tradisi keilmuan pesantren. Mereka harus terus mengaji agar ilmu yang dimiliki sejalan dengan akhlak dan nilai-nilai agama,” ucapnya.
Ia menambahkan, pengembangan STIKes KHAS Kempek merupakan respons pesantren terhadap kebutuhan tenaga kesehatan yang profesional sekaligus berkarakter. Lulusan diharapkan mampu berkiprah di dunia kerja dengan tetap membawa nilai-nilai keislaman sebagai landasan etika dan pengabdian kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....