Pentingnya Kepemilikan APAR untuk Keamanan Rumah Tangga

  • 28 Apr 2026 11:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Banyak dari kita yang mungkin menganggap kebakaran adalah risiko yang jauh di mata, sampai akhirnya asap hitam muncul dari arah dapur. Padahal, nasib sebuah rumah ditentukan hanya dalam waktu 10 menit pertama yang dikenal sebagai Golden Period sebelum api melahap segalanya.

Kebakaran yang masih dalam skala kecil umumnya dapat dipadamkan menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), seperti kebakaran akibat korsleting listrik, kompor, atau bahan mudah terbakar lainnya. Penggunaan APAR harus disesuaikan dengan jenis sumber api agar efektif dan tidak menimbulkan risiko tambahan, sehingga penanganan awal dapat dilakukan dengan cepat sebelum api semakin membesar.

Terkait hal tersebut, David, salah seorang Petugas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Cirebon, menekankan bahwa APAR bukan sekadar pajangan, melainkan alat utama yang sangat efektif untuk memadamkan api di fase awal. "Api itu membesar biasanya dari 3 menit pertama ke 5 menit pertama, kalau telat di atas 10 menit itu api sudah mulai membesar dan suhunya bisa mencapai 300 derajat," ujar David kepada RRI, Senin, 27 April 2026.

Selain faktor waktu, risiko ini nyatanya sangat dekat dengan aktivitas keseharian kita, mulai dari urusan dapur hingga instalasi listrik yang sering terabaikan. Ibu Ita warga asal klayan, mengatakan bahwa banyak faktor di dalam rumah yang bisa memicu petaka jika kita tidak waspada dalam beraktivitas.

Menurutnya, berdasarkan pengalamannya, kelalaian saat beraktivitas di rumah menjadi pemicu utama yang paling sering ia temui di lingkungan pemukiman. "Aktivitas yang paling berpotensi menyebabkan kebakaran itu. memasak, korsleting listrik, sama anak-anak main korek," Ibu Ita.

Meskipun demikian, masih banyak rumah tangga yang belum menjadikan APAR sebagai prioritas, terutama karena keterbatasan ekonomi. Ibu Ita mengakui pentingnya alat ini untuk pencegahan, namun ia masih merasa berat untuk menyisihkan anggaran khusus.

"Perlu banget punya APAR, tapi harganya belum terjangkau buat saya," tambahnya.

Selain itu, masih terdapat kendala berupa kurangnya pemahaman masyarakat mengenai cara mengoperasikan APAR ketika kondisi darurat terjadi. David, petugas pemadam kebakaran pemerintah kota Cirebon menyebutkan bahwa APAR terdiri dari berbagai jenis dan ukuran, tetapi sebagian warga mengaku belum mengetahui teknik penggunaannya dengan benar.

Sebagai solusi, ia menyarankan agar masyarakat mulai menyisihkan sebagian rezeki atau melakukan pengadaan APAR secara bersama di lingkungan terkecil seperti Rukun Tetangga/Rukun Warga (RT/RW). “Pesan saya, jika ada sedikit rezeki, belilah APAR. Kalau dana terbatas, minimal satu RT punya satu APAR dari kas warga. Itu sangat membantu.” pungkasnya. (Selpi/UGJ Cirebon dan Farras/EGS Cirebon)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....