Dari Nongkrong ke Aksi Nyata, Pemuda Cirebon Selamatkan Lingkungan
- 26 Apr 2026 16:43 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Upaya pelestarian lingkungan dapat dimulai dari inisiatif kecil berbasis komunitas lokal masyarakat. Hal ini ditunjukkan oleh pemuda Cirebon yang mengelola kawasan bekas tambang menjadi wisata.
Praktisi Sosial dan Lingkungan Wisata, Zaenal Abidin atau Mang Usro, menjelaskan gerakan tersebut berawal dari komunitas sederhana anak muda desa. Ia mengatakan awalnya mereka hanya berkumpul tanpa kegiatan positif yang memberikan dampak nyata.
Kesadaran tersebut kemudian mendorong mereka melihat potensi wisata dari kawasan yang sebelumnya terbengkalai. Lokasi bekas galian C di Cikalahang menjadi titik awal perubahan lingkungan berbasis masyarakat setempat.
“Kami memulai dari nol dan melihat potensi wisata dari eks galian C,” ujarnya kepada RRI, Sabtu, 25 April 2026. Proses tersebut berkembang menjadi gerakan kolektif yang berfokus pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Dalam prosesnya, mereka menemukan sumber mata air yang muncul dari bekas aktivitas tambang tersebut. Temuan ini menjadi dasar pengelolaan kawasan sebagai sumber kehidupan sekaligus destinasi wisata berbasis lingkungan.
Kawasan tersebut kemudian dikembangkan menjadi Situ Pejaten dengan konsep wisata berbasis konservasi alam berkelanjutan. Pengelolaan dilakukan dengan menampung air serta menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar lokasi.
“Kami menghijaukan lahan dan menjaga sumber air agar tetap berkelanjutan,” katanya. Upaya penghijauan dilakukan dengan menanam berbagai jenis pohon yang mampu menyimpan cadangan air alami.
Kini kawasan tersebut menjadi contoh keberhasilan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas di daerah Cirebon. Inisiatif ini menunjukkan peran masyarakat dalam menjaga alam sekaligus menciptakan potensi ekonomi berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....