Awas Cedera, Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Olahraga Lari
- 23 Apr 2026 09:46 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Olahraga lari memang bermanfaat, namun tidak semua orang dapat langsung melakukannya tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing. Dokter umum RS di Kabupaten Cirebon, dr. Jose Arimathea, menyarankan individu dengan obesitas atau penyakit jantung untuk lebih berhati-hati.
Ia menjelaskan pelari dengan berat badan berlebih berisiko mengalami tekanan tinggi pada sendi lutut dan pergelangan kaki. Oleh karena itu, penurunan berat badan secara bertahap dinilai lebih aman sebelum memulai aktivitas lari.
“Untuk populasi umum sih, secara general sih bagus ya, lari boleh. Cuma untuk intensitas, terlalu banyak atau enggak itu bisa disesuaikan. Untuk kondisi khusus yang mungkin yang tidak bisa lari, itu kemungkinan yang obesitas, mungkin bisa dimulai dari mengurangi makan terlebih dahulu untuk mengurangi berat badannya,” ujar kepada RRI Kamis 23 Pril 2026.
Ia juga menekankan bahwa penderita penyakit jantung perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum berolahraga. Intensitas latihan harus ditentukan secara bertahap untuk menghindari risiko komplikasi.
Menurutnya, olahraga kardio tetap bermanfaat bagi penderita penyakit jantung, namun tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Pengawasan medis dinilai penting untuk menentukan batas aman aktivitas.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila muncul nyeri dada atau sesak saat berlari. Gejala tersebut dapat menjadi tanda kondisi serius yang memerlukan penanganan segera.
Selain itu, nyeri pada otot dan sendi juga perlu diperhatikan agar tidak berkembang menjadi cedera berat. Pelari disarankan menghentikan aktivitas dan beristirahat sebelum melanjutkan latihan kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....