DKP3 Majalengka Pastikan Pupuk Subsidi MT II Aman
- 22 Apr 2026 15:47 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka – Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk musim tanam (MT) II tahun 2026 dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian ini menjadi angin segar bagi petani di tengah potensi musim kemarau yang diprediksi lebih panjang.
Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, menegaskan alokasi pupuk subsidi tahun 2026 telah disiapkan secara optimal. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam kedua.
Rinciannya meliputi pupuk urea sebanyak 36,4 juta kilogram dan NPK sebesar 28,5 juta kilogram. Selain itu, tersedia pupuk organik 56 ribu kilogram serta pupuk ZA sebanyak 354 ribu kilogram.
“Stok pupuk subsidi saat ini dalam kondisi aman dan siap mendukung kebutuhan petani pada MT II,” ujar Gatot Sulaeman, Rabu, 22 April 2026. Ia memastikan distribusi pupuk berjalan sesuai rencana.
Di tengah kesiapan tersebut, DKP3 mengimbau petani agar segera mempercepat proses tanam. Langkah ini dinilai penting sebagai strategi menghadapi potensi kemarau panjang berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Sebagai bentuk antisipasi, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air irigasi tetap terjaga.
Selain itu, bantuan sarana produksi berupa pompa air dari Kementerian Pertanian telah disalurkan kepada kelompok tani di sejumlah wilayah. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan air pertanian.
“Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pasokan air, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga meski di tengah ancaman kekeringan,” kata Gatot. Ia menambahkan langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi dampak perubahan iklim.
DKP3 juga menggandeng penyuluh pertanian untuk memberikan pendampingan intensif kepada petani. Pendampingan meliputi pengelolaan pola tanam, penggunaan pupuk, hingga strategi adaptasi perubahan iklim.
Sementara itu, kondisi di lapangan menunjukkan situasi relatif kondusif dengan distribusi pupuk yang lancar. Ketua Kelompok Tani Tanjung Wiru, Desa Mekarmulya, Kecamatan Kertajati, Wartam, menyebutkan ketersediaan pupuk masih terjaga.
“Alhamdulillah, pupuk subsidi masih tersedia. Di Desa Mekarmulya ada dua toko tani yang melayani kebutuhan petani,” ujarnya. Ia memastikan petani masih mudah mengakses pupuk subsidi.
Namun demikian, ia menyoroti kebutuhan mendesak akan mesin pantek atau pompa air. Sarana tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air menjelang puncak musim kemarau.
Desa Mekarmulya memiliki luas lahan persawahan sekitar 175 hektare. Selain itu, terdapat lahan Perum Perhutani seluas sekitar 1.000 hektare yang dimanfaatkan masyarakat untuk pertanian.
Sinergi antara masyarakat dan Perhutani dalam pengelolaan lahan menjadi salah satu kunci peningkatan produktivitas. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal.
Dengan ketersediaan pupuk yang terjamin dan dukungan infrastruktur pertanian, Pemkab Majalengka optimistis musim tanam II 2026 berjalan optimal. Pemerintah menargetkan hasil panen tetap maksimal meski menghadapi tantangan iklim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....