Jejak Religi Bung Karno di Masjid Garmini

  • 21 Apr 2026 15:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Masjid Sunan Gunung Jati Garmini di Jalan Kesambi, Kota Cirebon, bukan sekadar tempat ibadah biasa. Di balik dindingnya yang kokoh, tersimpan sejarah besar yang menghubungkan spiritualitas Proklamator RI, Presiden Sukarno, dengan tanah para wali. Masjid ini menjadi saksi bisu bagaimana sang fajar menyingsing memberikan perhatian khusus pada syiar Islam di Cirebon.

Sebelum berdiri megah seperti sekarang, lahan masjid ini dulunya merupakan hamparan persawahan yang asri. Tanah tersebut milik Hj Siti Garmini Sarojo, seorang tokoh perempuan berpengaruh dari Nahdlatul Ulama Cirebon. Sebagai bentuk pengabdian, istri dari Sultan Hasanuddin ke-4 Keraton Kanoman ini memutuskan untuk mewakafkan lahan seluas 500 meter persegi demi kepentingan umat.

Momen bersejarah terjadi tepat pada peringatan Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 1960. Di tengah kesibukan negara, Presiden Sukarno meluangkan waktu hadir langsung ke Cirebon untuk meresmikan dimulainya pembangunan. Kehadiran sosok nomor satu di Indonesia kala itu memberikan nilai historis dan emosional yang sangat mendalam bagi masyarakat Kesambi dan keluarga keraton.

TONTON JUGA : Jejak Bung Karno ada di Masjid Wakaf Garmini Cirebon

Tidak hanya hadir sebagai tamu kehormatan, Bung Karno jugalah yang memberikan nama langsung untuk rumah ibadah ini. Nama "Sunan Gunung Jati" dipilih sebagai bentuk penghormatan tinggi beliau terhadap sosok Syarif Hidayatullah. Bagi Sukarno, sang wali bukan sekadar penyebar agama, melainkan simbol kepemimpinan dan persatuan yang harus terus diingat oleh generasi mendatang.

Kini, Masjid Sunan Gunung Jati Garmini tetap berdiri tegak sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus destinasi wisata sejarah. Perpaduan antara nama besar Sunan Gunung Jati, kedermawanan Hj Siti Garmini, dan sentuhan tangan Bung Karno menjadikannya ikon religi yang unik. Bagi warga sekitar, masjid ini adalah warisan peradaban yang menghubungkan nilai keraton, ulama, dan nasionalisme.

Memasuki usia yang sudah lebih dari enam dekade, masjid ini terus konsisten menjaga tradisi dan nilai-nilai yang dititipkan para pendirinya. Kisah di balik peletakan batu pertama oleh Presiden Sukarno menjadi pengingat bagi generasi muda. Bahwa kemerdekaan dan spiritualitas adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam membangun fondasi bangsa yang kuat.

kesejukan suasana di Masjid ini membuat para jamaah dan warga yang sengaja sholat berjamaah disini, bisa berlama lama bahkan untuk sekedar rebahan dan bercengkrama

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....