Perempuan Jadi Agen Perubahan Budaya Bersih melalui Komunitas Sekolah

  • 20 Apr 2026 09:48 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Peran perempuan dinilai memiliki pengaruh besar dalam membangun budaya bersih di lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Hal ini menjadi salah satu fokus dalam berbagai kegiatan komunitas pendidikan yang mendorong keterlibatan aktif perempuan sebagai agen perubahan.

Melalui forum komunikasi antar kepala sekolah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), berbagai praktik baik terus dibagikan antar satuan pendidikan. Pertemuan rutin yang digelar setiap satu hingga dua bulan sekali menjadi sarana berbagi pengalaman dan program unggulan dari masing-masing sekolah.

Kepala SDN 1 Balad Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon, Nihayah Faradillah, S.Pd., menyampaikan bahwa pertemuan K3S menjadi ruang penting untuk menyebarkan kebiasaan positif, termasuk budaya hidup bersih. “Kami setiap satu bulan sekali, atau kadang dimundurkan menjadi dua bulan sekali, ada yang namanya perkumpulan kepala sekolah atau K3S, di situ ada pertemuan dan saling berbagi atau ketok tular tentang program dari masing-masing sekolah,” ujarnya kepada RRI, Rabu, 18 April 2026.

Selain melalui forum resmi, perempuan juga didorong untuk berperan aktif di lingkungan masyarakat sebagai teladan perilaku hidup bersih. Peran tersebut tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga di rumah dan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Menurut Nihayah, perempuan memiliki posisi strategis sebagai madrasah pertama bagi anak sekaligus agen perubahan yang mampu memengaruhi kebiasaan keluarga. “Kita sebagai wanita itu selain sebagai madrasah pertama bagi anak, juga sebagai agen perubahan, sehingga selain di rumah dan sekolah, kita harus bisa memberikan contoh kepada masyarakat,” ujarnya.

Upaya membangun budaya bersih juga dilakukan melalui pendekatan yang santai dan tidak menggurui, seperti dalam kegiatan pengajian atau pertemuan warga. Metode komunikasi yang diselingi canda dan suasana akrab dinilai lebih efektif untuk menanamkan kebiasaan baik kepada masyarakat.

Salah satu contoh sederhana yang terus ditanamkan adalah membuang sampah pada tempatnya setelah menggunakan barang sekali pakai. Kebiasaan kecil tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....