Polemik Statuta 2026 Memanas, Aksi Mahasiswa Warnai Dies Natalis UNMA
- 18 Apr 2026 13:37 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Peringatan Dies Natalis ke-20 Universitas Majalengka (UNMA) diwarnai gelombang unjuk rasa mahasiswa yang menyoroti polemik statuta baru tahun 2026.
Aksi tersebut digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama sejumlah perwakilan fakultas, mulai dari Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), hingga Fakultas Pertanian (Faperta).
Dalam momentum yang seharusnya menjadi perayaan akademik, mahasiswa justru menyuarakan kritik terhadap kebijakan yayasan terkait penyusunan statuta baru yang dinilai tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Mahasiswa menyebut, statuta 2026 diduga memiliki kecacatan prosedural karena tidak melalui tahapan wajib seperti uji publik dan pembahasan di tingkat senat universitas.
Padahal, kedua tahapan tersebut merupakan bagian penting dalam tata cara penyusunan statuta sesuai ketentuan perundang-undangan dan regulasi kementerian terkait.
"Kami mempertanyakan keabsahan statuta terbaru ini karena tidak melalui mekanisme yang semestinya, seperti uji publik dan rapat senat," ucap Ketua BEM UNMA, Nendi Nurdiana, Sabtu, 18 April 2026.
Tak hanya itu, mahasiswa juga menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, mendesak agar statuta 2026 segera direvisi sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Kedua, meminta yayasan untuk mengembalikan statuta lama tahun 2022 sebagai aturan tertinggi dalam tata kelola Universitas Majalengka, yang dinilai telah memiliki legitimasi yang jelas.
Di tengah dinamika tersebut, Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, turut memberikan tanggapan. Ia menyampaikan apresiasi atas perjalanan UNMA yang kini memasuki usia dua dekade, seraya mengingatkan bahwa fase ini merupakan titik penting untuk melakukan introspeksi dan pembenahan.
"Usia 20 tahun ini adalah momentum untuk muhasabah, introspeksi, sekaligus inovasi dan solusi," ujar Bupati Majalengka, Eman Suherman RRI.
Bupati juga menyoroti adanya persoalan internal yang mencuat ke publik. Ia mengingatkan seluruh elemen kampus, baik yayasan maupun civitas akademika, untuk tidak mengedepankan ego sektoral dan lebih mengutamakan kebersamaan demi kemajuan institusi.
"Jangan kedepankan ego sentris. Kedepankan kebersamaan dan kekompakan untuk kemajuan UNMA agar lebih baik dan berkualitas," katanya menegaskan.
Lebih lanjut, Eman menekankan pentingnya semangat 'Langkung SAE' sebagai filosofi untuk terus memperbaiki diri dari hari ke hari. Ia menilai, konflik internal tidak boleh menjadi penghambat kemajuan universitas.
Bahkan, ia memberikan peringatan tegas bahwa jika permasalahan ini tidak segera diselesaikan secara bijak dan tuntas, dirinya tidak segan untuk mengambil langkah intervensi.
"Kalau permasalahan ini tidak segera dibereskan, maka saya akan ambil alih," ujarnya menutup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....