Gudang Instalasi PDAM di Cirebon Terbakar, Kerugian Rp1 M

  • 15 Apr 2026 06:53 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Kebakaran melanda gudang penyimpanan instalasi milik rekanan PDAM di Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Selasa, 14 April 2026. Peristiwa ini menyebabkan kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 11.30 WIB saat terlihat kepulan asap hitam pekat dari atap gudang. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kuwu setempat untuk diteruskan ke petugas pemadam kebakaran.

Petugas Damkar menerima laporan pada pukul 12.04 WIB dan langsung menuju lokasi enam menit kemudian. Armada tiba di lokasi pada pukul 12.26 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman.

Kepala Bidang Penyelamatan dan Sarana Prasarana pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana mengatakan, kebakaran diduga berasal dari kompor gas di bagian selatan gudang. Api dengan cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang, ujarnya.

Ia menjelaskan, saat kejadian warga sempat mendengar suara ledakan sebelum api membesar. Kondisi lokasi yang berada di kawasan padat penduduk juga membuat petugas harus bekerja cepat agar api tidak merambat ke rumah warga, ucapnya.

Dalam proses pemadaman, Damkar mengerahkan empat unit pancar dan satu unit water supply. Selain itu, dua unit mobil tangki air isi ulang turut membantu penanganan di lokasi, katanya.

Api berhasil dipadamkan pada pukul 14.08 WIB dan dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 14.57 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.

Sejumlah material dilaporkan terbakar, di antaranya instalasi PDAM, dua unit mobil, satu sepeda motor, genset, serta berbagai bahan lainnya. Luas bangunan yang terbakar diperkirakan mencapai 15 x 20 meter persegi.

Petugas juga menghadapi kendala berupa sumber air yang cukup jauh dari lokasi kejadian. Meski demikian, koordinasi dengan berbagai unsur membantu mempercepat penanganan kebakaran.

Penanganan kebakaran melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Setelah lokasi dinyatakan aman, seluruh personel dan armada kembali ke pos untuk bersiaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....